Wisatawan Tiongkok yang masih Berlibur di Bali dapat Kemudahan

Penutupan sementara penerbangan dari ke Tiongkok berdampak bertahannya wisatawan Tiongkok yang masih berada di Bali.

RAPAT - Rapat menyikapi wisatawan Tiongkok yang masih di Bali pascapenutupan sementara penerbangan ke Tiongkok.

Denpasar (bisnisbali.com) –Penutupan sementara penerbangan dari ke Tiongkok berdampak bertahannya wisatawan Tiongkok yang masih berada di Bali. Ketua Komite Tiongkok DPP Asita Hery Sudiarto, Rabu (5/2) mengatakan, wisatawan Tiongkok yang masih bertahan di Bali mesti diberikan kemudahan pascapenutupan sementara penerbangan ke Tiongkok.

Belum ada data pasti jumlah wisatawan Tiongkok yang masih berada di Bali. “Data wisatawan Tiongkok yang masih di Bali secara akurat ada di Kantor Imigrasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan Selasa (4/2) telah diadakan rapat di BTB Meeting Room menghadirkan perwakilan pemerintah dan stakeholder pariwisata meliputi, Ni Wayan Giri Adnyani, Vincent Jemadi, Prof. Pitana, STP, Ketua BTB, Ketua SIPCO, Ketua DPD HPI Bali, BPD PHRI Bali, Gahawisri, Bali Liang dan DPD Asita Bali. Rapat itu, untuk menyikapi wisatawan Tiongkok yang berada pascapenutupan sementara penerbangan ke Tiongkok.

Dalam jangka pendek ada permintaan dari Kadisparda Bali untuk membuat call center desk apa pun nanti istilahnya. Ini sudah disetujui oleh Deputi  Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani. Ini di mana officer in charge (OIC) adalah Vincent Jemadu.

Stakeholder pariwisata mengusulkan agar visa wisatawan bisa diperpanjang khususnya  bagi wisatawan Tiongkok yang berkeinginan untuk extend di Bali. Ini akan dikoordinasikan dengan pihak Imigrasi.

Terkait masalah wisatawan Tiongkok yang mau pulang setelah 5 Februari akan dilakukan evakuasi. Mei Lan selaku Ketua Bali Liang diminta untuk membantu mendata dan pihak BTB membantu melaporkan kepada Konjen Tiongkok di Denpasar.

Menteri Kemenparekraf diminta berkomunikasi dengan maskapai melakukan usaha discounting terhadap harga ticket pesawat. Presiden diharapkan untuk membuat imbauan supaya seluruh pertemuan pemerintah yang menggunakan APBN supaya diselenggarakan di Bali. Kadisparda Bali diharapkan memberikan daftar kebutuhan call center desk segera.

Dalam jangka panjang, pemerintah dan stakeholder pariwisata merancang roadshow ke Tiongkok guna recovery Bali.

Hery Sudiarto  menambahkan terdata 22.946 cancellation untuk periode Imlek di February 39.000 room nights. Selain itu ada 5200 MICE business cancelled. *kup

BAGIKAN