Wisatawan masih Pertimbangkan Keamanan Indonesia

Keamanan Indonesia menjadi indikator utama wisatawan mancanegara (wisman) untuk berlibur ke Bali.

Denpasar (bisnisbali.com)-Keamanan Indonesia menjadi indikator utama wisatawan mancanegara (wisman) untuk berlibur ke Bali. Ketua DPD Asita Bali, Ketut Ardana, Jumat (3/1) mengatakan pariwisata Bali 2020 mesti mengedepankan keamanan dan kenyamanan guna menarik kunjungan wisman ke Bali.

Seperti pada 2019 lalu, hingga Oktober kunjungan wisman mencapai 5,2 juta dan hingga Desember diprediksi 6,2 juta – 6,3 juta. Seberapa pun peningkatan kunjungan wisman 2019 dibandingkan 2018 patut disyukuri.

Bercermin 2019 kunjungan wisman ke Bali agak terhambat karena masalah keamanan. Tahun 2019 identik dengan tahun pemilu sehingga tidak heran tidak sedikit wisman menunda untuk berlibur ke Bali.

Dipaparkannya, pascapemilu terjadi kerusuhan di Jakarta sehingga berdampak animo wisman untuk berlibur ke Bali. Wisman yang menjadwalkan berlibur ke Bali 2019 di antara memilih bergeser menujuĀ  daya tarik wisata di luar Indonesia seperti Vietnam, Singapura dan lainnya.

Lebih lanjut dikatakannya, wisatawan tidak mau datang ke kawasan yang tidak aman. Situasi dan kondisi Indonesia dinilai kurang aman tentu akan berpengaruh pada kunjungan wisman ke Bali.

Ketut Ardana menambahkan 2020 diharapkan kondisi keamanan Indonesia tetap kondusif. Ini menjadi dasar pelaku pariwisata Bali berupaya optimal menggaet sebanyak-banyaknya wisman ke Bali. ” Yang terpenting wisatawan di Bali merasakan keamanan dan kenyaman selama berlibur di Bali,” tambahnya. *kup

BAGIKAN