WFB Diharapkan Dongkrak Serapan Hasil Pertanian Lokal

Program Work From Bali (WFB) atau Study From Bali (SFB) yang diwacanakan pemerintah harus berdampak pada sektor pertanian dalam arti luas.

ORGANIK - Salah satu hasil pertanian lokal Tabanan yang berkualitas organik.

Tabanan (bisnisbali.com) – Program Work From Bali (WFB) atau Study From Bali (SFB) yang diwacanakan pemerintah harus berdampak pada sektor pertanian dalam arti luas. Kalangan hotel yang menjadi tempat menginap ASN selama di Bali mesti mengutamakan menyerap hasil pertanian lokal.

“Dalam kaitannya untuk membangkitkan ekonomi Bali, maka dampak dari program WFB harus optimal. Tidak saja dinikmati kalangan hotel, tapi harus meluas ke sektor lainnya termasuk pertanian,” tutur Ketua Kadin Kabupaten Tabanan Loka Antara, S.Pt., M.Si., Kamis (27/5).

Diterangkannya, WFB harus berdampak positif pada semua sektor yang ada di Bali yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Bercermin dari itu, hotel yang menjadi tempat menginap ASN dari program WFB harus mengutamakan menggunakan atau menyerap hasil pertanian lokal. Contohnya sayur dan daging, sehingga WFB tidak saja dirasakan dampaknya oleh kalangan hotel, namun juga dinikmati oleh para petani lokal.

Saat ini dampak pandemi telah membuat sektor pertanian lokal menghadapi permasalahan, salah satunya menurunnya permintaan serapan produk seiring menurunnya kemampuan daya beli konsumen. Banyaknya orang yang dirumahkan atau di-PHK membuat kemampuan konsumen ikut menurun. Penurunan serapan pasar produk pertanian ini juga dipicu oleh adanya sejumlah masyarakat yang telah kembali mengoptimalkan lahan pekarangan rumah mereka masing-masing untuk menanam komoditas pertanian dalam rangka ketahanan pangan keluarga.

“Pemanfaatan lahan pekarangan dilakukan di antaranya dengan cara menanam cabai, sayur mayur dan tomat. Sementara yang memiliki halam terbatas berinovasi dengan menanam menggunakan pot atau sistem pertanian tabulampot (metode menanam tanaman di dalam pot) . Kondisi ini ikut menyumbang turunnya permintaan pasar,” papar Loka Antara.

Menurutnya, saat ini potensi sektor pertanian lokal di Kabupaten Tabanan sebagai lumbung pangan sangat mampu memenuhi kebutuhan hotel pada program WFB. Hal sama juga berlaku pada pemenuhan semisal untuk kebutuhan telur ayam, daging dan bahan pangan lainnya. *man

BAGIKAN