Webinar Pengembangan Teknologi dan Digital Talent, Wabup Suiasa Paparkan Percepatan Transformasi Digital di Badung

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mewakili Bupati Giri Prasta menjadi narasumber pada webinar "Pengembangan Teknologi Dan Digital Talent Dalam Percepatan Transformasi Digital di Daerah" yang diselenggarakan oleh APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional),

Wabup Suiasa saat menjadi narasumber pada webinar "Pengembangan Teknologi Dan Digital Talent Dalam Percepatan Transformasi Digital di Daerah", Kamis (10/9) kemarin, di Puspem Badung.

Mangupura (bisnisbali.com) – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mewakili Bupati Giri Prasta menjadi narasumber pada webinar “Pengembangan Teknologi Dan Digital Talent Dalam Percepatan Transformasi Digital di Daerah” yang diselenggarakan oleh APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional), bekerja sama dengan FORK4SI (Forum Kepala Dinas Kominfo Kota dan Kabupaten Seluruh Indonesia) dan didukung oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), Kamis (10/9).

Webinar yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Video Conference ini melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah selaku pemangku kebijakan tersebut membahas perihal apa saja yang akan, atau telah dilakukan untuk pengembangan teknologi dan digital yalent dalam menunjang percepatan transformasi digital.

Dari ruang kerja rumah jabatan, Wabup Suiasa yang didampingi Kepala Dinas Kominfo I G.N. Jaya Saputra memaparkan upaya percepatan transformasi digital di Kabupaten Badung melalui empat langkah kebijakan. Kebijakan pertama, penyelesaian pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang merata dan berkualitas. Kedua, pengembangan teknologi pendukung akselerasi transformasi digital. Ketiga, pengembangan sumber daya manusia (SDM) atau talenta digital dengan jumlah dan kualitas yang memadai serta berkelanjutan. Keempat, penerbitan Peraturan Bupati Badung Nomor 50 tahun 2019 tentang Pengadaan Pengelolaan dan Pengembangan Infrastruktur IT.

“Dari segi infrastruktur, kami di Kabupaten Badung sudah mengimplementasikan jaringan fiber optik 288 core ke seluruh OPD di lingkungan Puspem Badung. Bahkan untuk keseluruhan wilayah Kabupaten Badung yang membentang dari selatan (Kuta Selatan) sampai ke wilayah Utara (Petang), Badung sudah menginstalasi jaringan fiber optik sepanjang 153 km dengan bandwidth 4 core. Badung juga telah menyediakan 987 layanan akses internet gratis di seluruh wilayah Kabupaten Badung yang ditempatkan di lokasi strategis, seperti kantor Camat, sekolah rumah sakit, tempat wisata dan balai banjar,” ujarnya.

Untuk komposisi bandwidth, Suiasa di hadapan peserta webinar menyampaikan, Badung memiliki NOC centre dengan kapasitas 1.5 Gbps yang digunakan untuk menghandle jaringan internet yang ada di kawasan Puspem Badung pada khususnya dan seluruh wilayah Kabupaten Badung pada umumnya. “Smartcity kita sudah dilengkapi dengan command centre data centre, fire prevention, 637 CCTV yang terpasang di seluruh kawasan Kabupaten Badung dan juga pengembangan aplikasi sudah kita lakukan saat ini melalui Dinas Kominfo,” tambahnya.

Sementara itu, untuk program pengembangan SDM (digital talent), dikatakannya, Pemkab Badung sudah merekrut tenaga teknis untuk penerapan dan pengembangan TIK, membentuk dewan TIK, mengoptimalkan peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan menyelenggarakan program digital talent scholarship dengan menyekolahkan generasi muda Badung untuk belajar IT di kampus luar negeri (Australia dan Inggris).

“Kami di Kabupaten Badung sudah menyediakan rumah besar untuk pengembangan dan optimalisasi smart city. Jadi kami juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kreativitas agar mampu membaca peluang-peluang yang ada di jaman digital ini, mengingat banyaknya sumber pendapatan ekonomi yang bisa kita dapatkan dari optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi,” kata Suiasa.

Menurut Suiasa, pada masa pandemi Covid-19 ini masyarakat Kabupaten Badung telah merasakan manfaat dari penyediaan jaringan internet gratis yang meng-cover seluruh wilayah. Penerapan smart city secara holistik di Kabupaten Badung menjadi solusi konkrit bagi masyarakat dan pelajar dalam melakukan aktivitas secara daring.

 “Semua unsur yang berkaitan dengan teknologi informasi harus kita bangun lengkap secara paralel, tidak bisa dibangun secara tunggal. Kedepan kita akan tarik akses internet wifi gratis sampai ke rumah-rumah warga. Untuk saat ini sudah ada 4 desa yang kita jadikan embrio dalam pilot project ini. Kalau ini berjalan lancar tentu akan segera kita aplikasikan di seluruh desa yang ada di Kabupaten Badung ini,” pungkasnya. *adv

BAGIKAN