Wayan Sumantara, Adaptasi dengan Kondisi Resesi

REALISASI pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen.

REALISASI pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Komisaris Utama BPR Sadana Bali Utama, Wayan Sumantara, S.E., M.M., mengatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020.

Sumantara mengatakan industri perbankan khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) mesti beradaptasi dengan kondisi resesi ekonomi.  Dalam kondisi resesi, BPR mesti menjalankan operasional dengan tim work yang kuat.

Ia menjalankan walaupun dihadapkan resesi ekonomi industri BPR tidak boleh menghentikan operasional. Sektor perbankan harus terus bergerak dan tetap menjalankan fungsi intermediasi.

Menurutnya, kondisi pandemi Covid- 19 dengan diikuti resesi ekonomi merupakan tantangan sangat berat bagi industri perbankan. Untuk itu, sektor perbankan mesti mampu beradaptasi dengan kondisi resisi ekonomi.

Pemegang Saham Pengendali (PSP) BPR Sadana ini menegaskan industri perbankan harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi resesi ekonomi. Ini termasuk SDM BPR yang melayani masyarakat dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mampu menyesuaikan tugas sehari-hari dengan kondisi Covid-19 termasuk kondisi resesi ekonomi.

Sumantara melihat dalam pandemi Covid-19 semua kegiatan ekonomi dibatasi. Ini sudah tentu industri perbankan wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan dan aturan pemerintah.

Wayan Sumantara menambahkan direksi perbankan tentu mesti menyesuaian target-target operasional sebagai dampak covid-19 dan resesi ekonomi. ” Yang terpenting, BPR mesti bertahan dan terus bergerak sehingga bisa mampu melewati pandemi Covid-19 dan mampu melalui resesi ekonomi ,” jelasnya. *kup

BAGIKAN