Wayan Sukrayasa, Harapkan Kemudahan Rapid Test

Dikeluarkannya, SE Gubernur Bali untuk rapid test mandiri bagi para sopir logistik ke Bali berbuntut terjadinya aksi demo dari awak sopir dari Jawa ke Bali di Ketapang. 

Dikeluarkannya, SE Gubernur Bali untuk rapid test mandiri bagi para sopir logistik ke Bali berbuntut terjadinya aksi demo dari awak sopir dari Jawa ke Bali di Ketapang.  Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bali Wayan Sukrayasa mengatakan sampai Jumat (19/6) kemacetan di Ketapang belum terurai karena armada truk awak sopir Jawa ke Bali ini menutupi jalan sehingga terjadi kemacetan panjang.

Diungkapkannya, DPD Aptrindo Bali mendesak Pemerintah Provinsi Bali bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi bisa segera memberikan solusi terkait penerapan SE Gubernur dengan memberikan rapid test sampai macet ini terurai.  “Ini sambil jalan untuk memperbanyak tempat check point di Ketapang ,” ucapnya.

Ia menjelaskan akibat demo awak sopir Jawa ke Bali, pengiriman produk ekspor UKM Bali menjadi terhambat. Armada truk yang mengangkut produk ekspor UKM Bali tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Surabaya akibat kemacetan di Ketapang.

Khusus awak sopir Aptrindo diharapkan fasilitas free rapid test. Ini dikarenakan mereka membawa sembako ke Bali dan saat balik mereka bawa kerajinan UMKM dari Bali ke Surabaya. ” Awak sopir truk anggota Aptrindo tidak bersentuhan langsung dengan orang dan cuma bawa logistik,” ucapnya.

Sukrayasa menegaskan pemerintah perlu membuat penambahan check point rapid test di kawasan sebelum penyebrangan Ketapang-Gilimanuk. Ini guna menghindarkan kerumunan massa bila perlu bersinergi dengan asosiasi terkait sehingga hasilnya bisa optimal.

Wayan Sukrayasa menambahkan intinya awak sopir logistik mendukung langkah teknis  pemerintah untuk penanganan Covid-19 kawasan penyebaran Ketapang-Gilimanuk. Langkah pemerintah ini mesti disinergikan dengan stakeholder dan asosiasi terkait Aptrindo, ALFI dan Kadin Bali.*kup 

BAGIKAN