Wayan Suamba, Transisi Sistem Elektronik

BELAKANGAN ini para sopir mengeluhkan lambatnya pelayanan uji KIR di Kabupaten Gianyar.

BELAKANGAN ini para sopir mengeluhkan lambatnya pelayanan uji KIR di Kabupaten Gianyar. Menyikapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar  I Wayan Suamba menyampaikan saat ini sedang terjadi transisi atau peralihan sistem dari KIR manual ke sistem elektronik bernama  Bukti Lulus Uji elektronik (BLUe).

Petugas Dishub Gianyar sedang menginput data setiap kendaraan yang melaksanakan uji KIR untuk memulai sistem BLUe. Ketika seluruh kendaraan masuk dalam database, maka pelayanan KIR dengan sistem elektronik akan lebih cepat. “Mulai Januari 2021, Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar menerapkan sistem elektronik,” ucapnya.

Suamba mengimbau dan memohon permakluman kepada para sopir atas keterlambatan proses uji KIR serta  mendukung proses penginputan data kendaraan. Ini dilakukan agar proses uji KIR bisa lebih cepat serta menghindari permainan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Uji KIR berbasis elektronik BLUe menggantikan bukti lulus uji KIR yang dulunya berbentuk buku. BLUe terdiri atas dua sertifikat tanda lulus uji, dua stiker hologram dengan QR Code yang ditempel pada kaca depan kendaraan dan satu smart card dengan teknologi NFC.

Data seperti identitas kendaraan, foto fisik kendaraan dari empat sisi, hingga data hasil pengujian berkala disimpan dalam format digital. Data-data tersebut dapat diakses dengan memindai QR Code pada stiker hologram dan bisa juga dengan menempelkan smart card ke smartphone yang sudah memiliki fitur NFC.

Digitalisasi data hasil uji KIR ini diharapkan dapat meminimalisir praktik pemalsuan identitas kendaraan atau hasil uji berkala yang kerap dilakukan pada kendaraan angkut. Jika terjadi perubahan bentuk pada bak, pelayanan akan mengedepankan yang lainnya. “Tujuannya agar permasalahan yang dialami satu kendaraan tidak menghambat pelayanan lainnya,” tegasnya.

Kendaraan yang dimensinya berubah dari database dikesampingkan dulu. Sebab, perubahan dimensi pada mobil angkutan sangat berpengaruh pada kelayakan kendaraan. “Di samping itu, kami terkendala signal. Untuk itu, kami menekan penggunaan internet pada pegawai yang tidak berkepentingan,”  ujarnya.

Pada sistem BLUe, sopir akan mendapatkan smart card. Fungsinya merekam secara digital hasil uji kendaraan. Bentuknya menyerupai KTP, di dalamnya terinput data identitas pemilik,  identitas dan foto kendaraan dari sisi depan, belakang, kiri dan kanan. Sopir juga diberi hologram untuk ditempel pada mobil sebagai bukti lulus uji dan sertifikat bukti lulus uji sebagai dokumen. *kup

BAGIKAN