Wayan Maja, Tak Kenakan Denda

PANDEMI Covid-19 menyebabkan turunnya jumlah pengunjung ke Pasar Seni Guwang, Sukawati,  hampir 90 persen.

PANDEMI Covid-19 menyebabkan turunnya jumlah pengunjung ke Pasar Seni Guwang, Sukawati,  hampir 90 persen. Imbasnya, sebagian besar pedagang menunggak biaya atau iuran pasar.

Menurut Kepala Pasar Seni Guwang, Drs.Wayan Maja, pandemi juga menyebabkan Pasar Seni Guwang sempat ditutup total pada Maret-Agustus 2020 mengikuti imbauan Gubernur Bali. Oleh karena itu, pemungutan biaya retribusi kepada pedagang pasar dimulai September 2020.

Pedagang di Pasar Seni Guwang sebanyak 545 orang. Blok A berisi 90 meja (los), blok B 220 meja, blok C 195 meja, blok D 21 meja dan di blok D ada 19 meja yang tidak laku dikontrakkan.  Dari jumlah itu, 132 di antaranya pedagang lukisan.

Biaya atau iuran pasar yang dikenakan kepada pedagang secara keseluruhan Rp 48.000 per bulan. Ini mencakup retribusi pasar Rp 30.000, biaya promosi Rp 5.000, biaya pemeliharaan gedung Rp 5.000, biaya listrik Rp 5.000 dan biaya sampah Rp 3.000.

‘’Dari 677 pedagang, hanya sepertiga yang membayar iuran pasar. Karena dampak pandemi, pedagang ada yang menunggak sampai enam bulan. Semestinya tiga bulan menunggak pedagang mendapatkan surat peringatan (SP3) dan tidak boleh berjualan,’’ jelasnya.

Pengelola pasar memberikan kesempatan pedagang untuk berjualan walaupun sudah menunggak sampai enam bulan.  Sebelumnya, pengelola Pasar Guwang memediasi para pedagang untuk mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM.

Pedagang yang menunggak biasanya dikenakan denda Rp 5.000 per bulan. “Pedagang diberi kemudahan saat pendemi.  Pengelola pasar tidak mengenakan biaya denda atas tunggakan iuran pasar ,” tambahnya. *kup

BAGIKAN