Wayan Gede Pradnyana, Anggaran Jaminan Kesehatan

PANDEMI Covid-19 menyebabkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gianyar mengalami penurunan drastis akibat anjloknya pajak hotel dan restoran (PHR).

PANDEMI Covid-19 menyebabkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Gianyar mengalami penurunan drastis akibat anjloknya pajak hotel dan restoran (PHR). Di tengah turunnya PAD, pemerintah diharapkan tetap memprioritaskan dana anggaran jaminan sosial kesehatan khususnya program bantuan kesehatan.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Gianyar Wayan Gede Pradnyana mengatakan, masyarakat tentu memaklumi kondisi PAD akibat pandemi Covid-19. Menyusul turunnya PHR, pemerintah melalui BPKAD wajib memaksimalkan potensi pajak dan retribusi di luar PHR.

Turunnya pendapatan menyebabkan APBD 2021 dipasang lebih rendah daripada 2020. Hanya, tidak semua penganggaran program di Kabupaten Gianyar mesti mengalami penurunan. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Gianyar ini  mencontohkan progam bantuan kesehatan atau bantuan berobat gratis di semua rumah sakit pemerintah yang tidak mengalami penurunan dalam penganggarannya. Dalam APBD Induk 2021, anggaran program ini yang sebelumnya Rp 32 miliar ditingkatkan menjadi Rp 35 miliar.

Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19, pemerintah dihadapkan pada dua pilihan prioritas yang harus diselamatkan, yakni kesehatan masyarakat dan kesehatan ekonomi. Untuk menjamin kesehatan masyarakat, pemerintah mesti memprioritaskan anggaran untuk bidang kesehatan.

 Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020. Perppu ini memungkinkan pemerintah melakukan refocusing dan realokasi anggaran pada bidang kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.

DPRD mendorong Pemkab Gianyar memprioritas anggaran kesehatan. Pendapatan diarahkan untuk belanja wajib, seperti penganggaran jaminan sosial kesehatan termasuk program bantuan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Gianyar. “Pengganggaran jaminan sosial kesehatan sangat penting bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi sulit saat pandemi,” tegasnya. *kup

BAGIKAN