Wabup Suiasa Hadiri Piodalan di Pura Gunung Payung Kutsel

Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri rangkaian karya piodalan di Pura Luhur Gunung Payung, Desa Adat Kutuh Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), Sabtu (8/2).

KARYA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri rangkaian karya piodalan di Pura Luhur Gunung Payung, Desa Adat Kutuh Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (8/2).

Mangupura (bisnisbali.com) –Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri rangkaian karya piodalan di Pura Luhur Gunung Payung, Desa Adat Kutuh Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), Sabtu (8/2). Karya yang bertepatan dengan Purnama Sasih Kaulu, Saniscara Pahing Wuku Ukir ini dipuput oleh Ida Pedanda Putu Mas Sidemen saking Geria Taman Sari Sanur.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Suiasa melakukan persembahyangan bersama jajaran beserta pemedek desa setempat yang dilanjutkan dengan menyerahkan dana aci Rp100 juta kepada Bendesa Adat Kutuh Jro Nyoman Mesir disaksikan masyarakat setempat.

Turut juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan yang diwakili oleh Kabid Sejarah dan Cagar Budaya  IB Gd Arjana, sesepuh Desa Adat Kutuh sekalian sebagai Bendesa Adat Kutuh Jro Nyoman Mesir, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Artha, Pj. Perbekel Kutuh I Wayan Badra serta tokoh masyarakat Desa Adat Kutuh.

Wabup Suiasa dalam sambutannya mengatakan berkaitan dengan dilaksanakannya upacara pujawali di Pura Gunung Payung Desa Adat Kutuh sudah berjalan dengan sangat baik. “Kehadiran kami di sini untuk ikut menyaksikan upacara pujawali, maka dari itulah hal yang terpenting, kami semuanya di sini bersama masyarakat Desa Adat Kutuh untuk mendoakan seluruh umat manusia khususnya Bhuana Agung dan Bhuana Alit agar seimbang dan alam semesta agar menjadi damai,” ungkap Wabup Suiasa.

Sementara itu Bendesa Adat Kutuh Jro Nyoman Mesir mengatakan, upacara yang dilaksanakan di Pura Gunung Payung bertepatan pada purnamaning kaulu tanggal (8/2) ini merupakan puja wali Ida Pelingsir di Pura Gunung Payung. “Untuk itu upacara ini di hulu menggunakan upacara bebangkit dan di sor menggunakan caru panca sata. Upacara ini dilaksanakan mulai tanggal (8/2) sampai dengan tanggal (11/2) dilanjutkan dengan upacara penyineban. Upacara ini bertujuan untuk mempersembahkan srada bakti kepada Tuhan yang berstana di sini agar diberikan kemakmuran, kesejahteraan, keselamatan terhadap masyarakat di seluruh umat Hindu. Di samping itu Bendesa Adat Kutuh juga mengimbau kepada para pemedek agat tidak menggunakan plastik saat melaksanakan persembahyangan di Pura Gunung Payung,” kata jero Besa Adat Kutuh. *adv

BAGIKAN