Wabup Sanjaya Sebut DTW di Tabanan Sangat Layak Dikunjungi

Di era new normal, semua daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan sangat layak dikunjungi masyarakat pecinta alam maupun penghobi olah raga hingga kuliner.

SEPEDA UDARA - Wabup Sanjaya mencoba wahana sepeda udara di objek wisata Alas Kedaton.

Tabanan (bisnisbali.com) –Di era new normal, semua daya tarik wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan sangat layak dikunjungi masyarakat pecinta alam maupun penghobi olah raga hingga kuliner. Kondisi tersebut sejalan dengan terpenuhinya persyaratan standar protokol kesehatan (prokes) dan potensi alam yang ditawarkan di objek wisata. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E, M.M.

Untuk itu, Wabup Sanjaya mengunjungi DTW di Kabupaten Tabanan, dengan tujuan pemulihan sektor pariwisata pada masa new normal. Kunjungannya tersebut dimulai dari DTW Alas Kedaton, Desa Kukuh, Marga, Tabanan, Minggu (23/8) kemarin.

Menurut Sanjaya, pandemi Covid-19 telah membuat semua sektor terdampak. Tidak hanya sektor kesehatan, namun sektor perekonomian masyarakat juga ikut terimbas akibat dampak dari pandemi tersebut dengan dibatasinya aktivitas masyarakat. Seperti halnya di Tabanan yang masyarakatnya sebagian besar bergerak di sektor pertanian, pariwisata dan UKM, tentu kondisi ini sangat tidak berpihak. Terlebih dengan ditutupnya sektor pariwisata membuat hasil pertanian dan UKM masyarakat tidak terserap.

Pada kesempatan itu, Wabup Sanjaya bersama rombongan menyempatkan diri melakukan berbagai kegiatan, mulai dari melakukan trekking di sekitar kawasan Alas Kedaton, mencoba wahana yang ada di sana dan memberi makan monyet atau kera. Bahkan usai melakukan berbagai kegiatan, Wabup Sanjaya beserta rombongan mencoba mencicipi kuliner lokal khas DTW Alas Kedaton, yakni, nasi bubuh Men War. “Dengan pulihnya sektor pariwisata, maka otomatis sektor pertanian dan UKM khususnya, pasti kembali bergairah,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Dia menjelaskan, semua DTW yang ada di Kabupaten Tabanan sangat layak dikunjungi masyarakat di era new normal ini. Salah satunya, DTW Alas Kedaton yang sudah memenuhi persyaratan standar prokes. Terlebih, Alas Kedaton, selain memiliki alam yang indah dan asri dengan hewan ciri khas monyet, juga terdapat wahana flying fox, sepeda udara, ayunan besar tradisional, kelelawar dan pura cagar budaya.

“Kita juga bisa memberi makan kera, tracking, berswa foto, dan lainnya. Sehabis itu kita coba wisata kuliner khas di sini, yaitu nasi bubuh (nasi bubur ayam). Dan kebetulan Saya berlangganan karena nasi bubuh di sini sangat enak,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, Wabup Sanjaya berharap DTW di Tabanan, khususnya Alas Kedaton kembali bergairah. Pemerintah akan selalu siap dan peduli untuk selalu membantu kekurangan yang ada di DTW Alas Kedaton dalam penataannya kembali, sehingga menjadi objek wisata yang representatif.

Sementara itu, Perbekel Kukuh I Made Sugianto atas nama masyarakat Desa Kukuh, mengucapkan terimakasih atas kunjungan Wabup Sanjaya beserta rombongan. Pihaknya, saat itu juga memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Desa Kukuh.

“Kami kenalkan juga kenalkan kearifan lokal di sini. Salah satunya, ketika ada pohon tumbang, masyarakat kami tidak ada yang mengambil untuk kayu bakar. Kayu itu kita biarkan sampai lapuk di tengah hutan. Itu menandakan bahwa komitmen kami terhadap pelestarian hutan sangat kuat,” imbuhnya.

Sambungnya, menggunakan dana desa, pihaknya membangun wahana di kawasan DTW Alas Kedaton. “Bapak Wakil Bupati sudah mencobanya dan beliau merekomendasikan agar masyarakat, ayo berkunjung ke Alas Kedaton tidak hanya melihat kera tapi juga ada wahana baru,” tandasnya. *man

BAGIKAN