Virus Corona, Toyota Yakin Penjualan Otomotif di Bali tetap Baik

Penjualan otomotif di Bali diyakini masih akan tetap membaik meski keberadaan covid-19 atau virus corona akan membawa dampak pada industri, khususnya penjualan mobil untuk angkutan wisata.

Denpasar (bisnisbali.com) –Penjualan otomotif di Bali diyakini masih akan tetap membaik meski keberadaan covid-19 atau virus corona akan membawa dampak pada industri, khususnya penjualan mobil untuk angkutan wisata.
Operation Manager Auto 2000 wilayah Kalimantan, Bali, Haris Prasetya di Sanur mengatakan, secara volume penjualan produk Auto2000 masih relatif stabil yaitu menyentuh 1.200 per bulan. Ini menunjukkan kondisi yang masih tetap baik. Ia pun optimis kondisi pasar akan segera membaik.

“Kami optimistis penjualan mobil di Bali secara umum masih tetap baik di tengah kondisi saat ini. Begitupula, volume penjualan mobil di wilayah Kaliantan dan Bali akan tetap baik,” katanya usai acara pisah sambut dan serah terima jabatan Operation Manager Kalimantan, Bali.
Haris mengungkapkan market share di Bali, Toyota sampai saat ini masih mendominasi penjualan mobil di Pulau Dewata dengan total market mencapai 31 persen. Sedangkan untuk produk otomotif yang diminati pasar adalah segmen SUV yakni Toyota Rush dengan persentase penjualan mencapai 40 persen. Selanjutnya adalah produk LCGC seperti Agya dengan persentase penjualan mencapai 25 persen, Toyota Calya 15 persen dan sisanya adalah produk lainnya sebanyak 20 persen.
Ia pun tidak memungkiri merebaknya virus corona dan berpengaruh kepada pasar pariwisata di Bali. Industri pariwisata terpengaruh secara tidak langsung mempengaruhi penjualan produk otomotif yang berkaitan dengan sektor tersebut. Salah satunya adalah menurunnya penjualan produk mobil commuter yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar penjualan di sektor kendaraan niaga. Commuter merupakan kendaraan ini banyak terserap di sektor pariwisata.

Ia merinci selama awal 2020, penjualan produk Commuter di Auto2000 yakni Toyota Hiace dan Hiace Premio masih cukup bagus. Tetapi sejak awal Maret ini, penjualannya turun drastis bahkan sampai sekarang produk commuter kecil ada permintaan.
Sementara itu dari acara pisah sambut dan serah terima jabatan Operation Manager Kalimantan-Bali, terhitung mulai Maret 2020 pucuk pimpinan tertinggi disandang Haris Prasetya yang menggantikan pejabat lama Royen Bonggal yang selanjutnya bertugas di wilayah Sumatera. Haris sebelumnya merupakan Kepala Cabang Auto 2000 Denpasar dipromosikan ke jenjang lebih tinggi. Puncak acara ditandai penyerahan surat keputusan Direksi dari Royen Bonggal ke Chief Operational Auto2000, Ivan Sadik dan kemudian diserahkan ke Haris.*dik

BAGIKAN