Virus Corona Meluas, Akomodasi Siap Garap Pasar Domestik  

Keberadaan penyebaran virus corona meluas sampai ke Korea Selatan sehingga pariwisata Bali kehilangan beberapa pasar termasuk pasar Tiongkok.

WISATAWAN - Wisatawan yang mengisi akomodasi di Kabupaten Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com) –Keberadaan penyebaran virus corona meluas sampai ke Korea Selatan sehingga pariwisata Bali kehilangan beberapa pasar termasuk pasar Tiongkok. Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Gianyar, Agus Suananda mengatakan akomodasi di Gianyar siap menggarap pasar domestik untuk mengisi pasar yang hilang akibat virus corona.

Penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pascamerebaknya virus corona di Tiongkok wajib disikapi pelaku pariwisata. Ini misalnya pengelola akomodasi wajib menggarap pasar alternatif di luar Tiongkok.

Gianyar khususnya Ubud masih populer di mata wisatawan domestik (wisdom). Keberadaan wisdom dan wisatawan mancanegara (wisman) tidak hanya mengunjungi objek wisata di Gianyar melainkan juga ada yang menginap  di akomodasi tersedia.

Suananda menjelaskan wisdom juga merupakan pangsa pasar yang cukup potensial bagi pariwisata Gianyar. Wisdom ini akan lebih banyak menginap khususnya di Kawasan Ubud.

Dipaparkannya, wisdom ini juga menginap di kawasan pesisir pantai di Gianyar. Salah satu contoh Rumah Luwih di pesisir pantai Gianyar sekarang ini populer digandrungi wisdom sebagai wedding venue.

General Manager Rumah Luwih ini mengakui kedatangan wisdom dibandingkan pasar lain yang menginap di Kabupaten Gianyar memang tidak mendominasi. Hanya saja, kedatangan  wisdom bisa saja menggantikan kedatangan  wisatawan dari Tiongkok yang hilang. “Jika promosi dan penjualannya tepat sasaran pasar domestik bisa mengisi makin banyak hunian hotel di Gianyar,” ucapnya.

Rata-rata hunian hotel di Gianyar masih berkisar 55 – 65 persen.  Bahkan mungkin ada beberapa hotel yang memiliki hunian di atas rata-rata.

Keberhasilan penggarapan tergantung dari strategi penggarapan pasar. Konsumen memilih akomodasi dengan mempertimbangkan harga kamar maupun lokasi dari hotelnya.

Agus Suananda menambahkan untuk pangsa pasar, hotel di Gianyar masih didominasi oleh wisatawan Australia, India, Eropa, dan Asia. Semenjak merebaknya virus corona, pengelola hotel di Gianyar memang berharap pasar domestik mampu menggantikan pasar Tiongkok yang hilang. *kup

BAGIKAN