Virus Corana hanya Berdampak Psikologis di Pasar Investasi Forex

Mewabahnya virus corona di sejumlah negara di dunia, menurut Hengky Suryawan, cukup berdampak pada investasi forex atau perdagangan berjangka.

Denpasar (bisnisbali.com) –Mewabahnya virus corona di sejumlah negara di dunia, menurut Hengky Suryawan, cukup berdampak pada investasi forex atau perdagangan berjangka. Meski begitu, dampak tersebut hanya psikologis pasar saja atau dampak tak langsung, sehingga pada investasi forex dampaknya tidak akan berlangsung lama.

“Virus corona pasti akan berdampak pada semua sektor, termasuk invetasi di Forex. Cuma, di forex ini dampaknya tidak langsung karena lebih disebabkan kasus dari virus tersebut yang telanjur viral. Sebab itu, kami yakin, ini dampaknya hanya heboh sementara saja atau tidak akan lama,” tutur  Branch Manager PT Monex Investindo Futures (MIFX) Denpasar, di sela-sela seminar yang berjudul “The Big Players Game” yang digagas oleh Founder and CEO PT Mandaka Jaya Abadi atau disebut Mandaka Academy, di Denpasar belum lama ini.

Di sisi lain, terangnya, banyak ahli mengungkapkan virus corona ini bukan hal yang luar biasa sekali. Dalam artian, meski daya sebarnya cepat, virus corona ini ternyata memiliki daya bunuh yang rendah. Itu juga dibuktikan dengan sejumlah kasus positif Corona di dunia yang bisa sembuh. Menurutnya, kondisi itu yang juga seharusnya jadi pertimbangan bagi masyarakat luas, bahwa waspada boleh, namun hal tersebut jangan sampai menimbulkan kepanikan sehingga orang malas keluar rumah, dan jika itu terjadi makan kondisi ekonomi akan berdampak pada penurunan.

Jelas Hengky, perkembangan investasi di Monex Denpasar, biasanya baru akan terlihat alami lonjakan pada kuartal dua maupun kuartal tiga. Katanya, pada kuartal pertama biasanya orang atau calon investor di forex ini masih tahap mengatur keuangannya dulu. Bercermin dari itu harapannya akan terjadi pertumbuhan positip seperti pada tahun sebelumnya, dan bertambah optimis juga mengingat kini ada banyak komunitas milineal yang belajar trading Forex.

“Selama ini kaum milenial ini menyumbang 20 persen yang trading di Monex,” ujarnya

Sementara itu, Dharma Subawa yang merupakan founder and CEO PT Mandaka Jaya Abadi Dharma Subawa yang merupakan komonitas yang mengedukasi tentang ilmu keuangan, investasi dan trading mengungkapkan, virus corona lebih berdampak pada pasar saham. Paparnya, bila ingin trading atau investasi, yang ditransaksikan adalah produk atau instrumen keuangan. Instrumen keuangan memiliki sejumlah jajaran di bawahnya. Di antaranya, obligasi, deposito, pasar saham dan pasar mata uang asing.

“Terkait corona, lebih berdampak pada pasar saham, sedangkan untuk pasar mata uang tidak terlalu memiliki dampak yang besar. Sebab, dampak virus corona ini lebih kepada perkenomonian perusahaan internal,” tandasnya.

Bercermin dari itu juga, tambahnya, melalui seminar ini bertujuan untuk mengedukasi tentang ilmu keuangan, investasi dan trading. Terlebih belakangan ini ada banyak terdapat kasus investasi bodong yang kian meningkat dan terjadi di Bali selama ini. Paparnya, dengan tidak adanya wadah edukasi ini, banyak sekali masyarakat yang terjerumus ke dalam investasi bodong dan oleh hal tersebut masyarakat menjadi antipati terhadap investasi, menjadi kapok, dan secara tidak langsung sudah membuang kesempatan yang sangat besar sekali untuk dapat mengembangkan keungan pribadi sehingga dapat mencapai tujuan-tujuan pada masa depan. *man

BAGIKAN