Variasikan Menu demi Bertahan

DAMPAK pandemi Covid-19 yang melanda Bali sejak Maret 2020 terasa sangat berat khususnya pada bidang kuliner.

DAMPAK pandemi Covid-19 yang melanda Bali sejak Maret 2020 terasa sangat berat khususnya pada bidang kuliner. Di masa pandemi seperti sekarang ini, orientasi pebisnis lebih mengarah untuk tetap bertahan. Walaupun dampak pandemi amat dirasakan, namun semangat pebisnis untuk berkreativitas tetap tumbuh. Pandemi menjadi pelajaran untuk para pebisnis untuk terus berinovasi membangun ide-ide kreatif. Seperti yang diungkapkan Owner Bron The Urban Cafe, I Ketut Yoga Pustaka.

Dia mengatakan, Bron Cafe berdiri sejak Desember 2018. Pria berkacamata yang hobi di bidang tanaman ini menjelaskan, konsep Bron The Urban Cafe berada di tengah-tengah kebun. Di awal pandemi,  Bron The Urban Cafe mengalami penurunan penjualan, bahkan sempat mengalami penurunan sampai 50 persen.  Sekarang sudah ada peningkatan tapi sempat juga turun. “Kalau ada isu pembatasan keluar seperti PPKM, pasti akan ada penurunan lagi. Karena kepatuhan masyarakat dari imbauan pemerintah cukup tinggi juga,” ujarnya.

Strategi yang diterapkan di awal pandemi, pihaknya membuat program gizi untuk medis bekerja sama dengan Kagama Bali,  dan menggalang dana. Program gizi untuk medis berupa donasi makanan siap saji ke pukesmas-pukesmas.

Dari sisi menu, yang disajikan berupa paket. Contoh, kopi dipaketkan dengan pisang goreng, serta menu paket lainnya. Dengan begitu, harga menjadi ekonomis dan lebih diterima pasar.

“Tidak cuma itu, kita juga kencangkan untuk delivery. Awalnya kita kasi free delivery setiap pembelanjaan di Bron The Urban Cafe untuk di kawasan Kota Denpasar. Di samping itu kita juga memanfaatkan media sosial (medsos) untuk promosi keberadaan Bron The Urban Cafe,” katanya.

Dalam menghidangkan makanan tersebut untuk para pelanggan yang datang, protokol kesehatan tetap diperhatikan. Meja disemprot dengan disinfektan secara berkala, fasilitas cuci tangan sebelum memasuki area tempat makan, jarak yang diatur dan tentunya wajib menggunakan masker.

“Dengan banyaknya pesaing yang ada, saya rasa itu sangat normal dan natural. Sekarang kembali lagi pada diri sendiri, bagaimana men-drive market dengan menghidangkan sesuatu yang berbeda dan tentunya berkualitas. Saya berharap kepada seluruh teman pebisnis dan juga masyarakat agar tetap semangat dan jaga kesehatan. Dalam kondisi seperti ini, tentunya pemerintah tidak diam dan akan selalu mendukung kita dengan berbagai upayanya,” tutupnya. *suk

BAGIKAN