’’Valentine Day’’, Bisnis Bunga Potong masih Jadi Primadona

Sejumlah pebisnis bunga potong di Kabupaten Tabanan kebanjiran konsumen pada momen Hari Kasih Sayang atau Valentine Day.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejumlah pebisnis bunga potong di Kabupaten Tabanan kebanjiran konsumen pada momen Hari Kasih Sayang atau Valentine Day. Permintaan pasar tak hanya menyasar bunga mawar, namun juga juga tertarik pada pembelian bunga potong dalam bentuk buket dengan pilihan ragam dan harga bervariasi.

Pebisnis bunga potong Salsa Florist di Tabanan, Andik Nurcahyo, Minggu (14/2) kemarin, mengungkapkan  permintaan pasar akan bunga potong masih jadi primadona pada momen Valentine di tengah pandemi Covid-19. Tidak hanya permintaan pasar akan jenis mawar dalam bentuk bunga potong, tetapi juga pesanan khusus (bye request) dari konsumen untuk rangkaian bunga atau buket yang dipadupadankan dengan balon, boneka hingga hiasan lampu sebagai daya tarik. “Tahun ini untuk buket, kami memang tidak menawarkan pilihan atau varian baru dibandingkan tahun lalu. Kami melayani permintaan konsumen untuk khusus untuk buket, sehingga pangsa pasar pasti,” tuturnya.

Dijelaskannya, harga buket bervariasi sesuai ragam isian rangkaian bunga dan padu padan yang digunakan. Harga termurah untuk satu buket dengan rangkaian tiga jenis bunga tersedia mulai Rp 30.000, sedangkan yang termahal dengan isian rangkaian beragam jenis bunga dikemas dalam boks dan ditambah dengan boneka dibanderol Rp 200.000. “Hingga siang ini permintaan pasar untuk buket sudah mencapai 50. Konsumennya sebagian besar kalangan remaja yang membeli buket sebagai ungkapan rasa kasih sayang di Hari Valentine ini,” ujarnya.

Transaksi mawar dalam bentuk bunga potong juga cukup ramai peminat dengan penjualan mencapai sekitar 30 tangkai. Mawar yang dijual per tangkai dihargai bervariasi. Mawar tanpa kemasan dijual Rp 6.000 per tangkai, sedangkan mawar yang dibungkus atau dengan kemasan dihargai Rp 10.000 per tangkai.

Andik Nurcahyo mengakui penjualan bunga potong tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Penurunan bahkan mencapai 50 persen. Tahun lalu penjualan jenis buket bisa mencapai 150 paket, namun tahun ini baru 30 buket dan kemungkinan tidak banyak mengalami peningkatan hingga malam.

Penurunan permintaan ini membuat pihaknya tidak banyak menyiapkan stok bunga potong. Contohnya mawar potong hanya disiapkan stok 500 batang, jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.000-2.000 batang. ”Mudah-mudahan stok ini bisa habis terjual,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang konsumen bunga potong, Gede Hardianta, menyatakan memberikan bunga kepada orang yang disayang pada momen Valentine merupakan hal yang wajib. Itu pula yang mendasarinya untuk membeli bunga potong pada perayaan Hari Kasih Sayang tahun ini. Selain itu, tahun ini bunga potong yang ditawarkan pebisnis lebih beragam dan bisa dipesan khusus, sehingga harganya bisa disesuaikan dengan kemampuan. *man

BAGIKAN