Vaksinasi Massal,  ’’Game Changer” Pemulihan Perekonomian

Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Bali, Selasa (16/3)

Denpasar (bisnisbali.com) –Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Bali, Selasa (16/3) kemarin, dengan tujuan  meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar. Kunjungan kerja Presiden Jokowi untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi massal ini diyakini akan menjadi game changer pendukung pulihnya perekonomian.

Seperti disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho, vaksinasi massal adalah game changer untuk menekan penyebaran Covid-19. Dengan vaksinasi yang dipercepat dan diperluas di Bali akan meningkatkan keyakinan wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan mancanegara (wisman) melihat dan datang ke Bali.

Pelaksanaan vaksinasi bagi pelaku pariwisata di Bali diyakini akan membawa pengaruh positif bagi pelaku usaha dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata. Sebab tidak dipungkiri sektor pariwisata di Bali sangat terdampak karena adanya pandemi Covid-19.

Dengan adanya kunjungan Presiden Jokowi untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Bali diharapkan menumbuhkan keyakinan akan keseriusan pemerintah untuk mengendalikan Covid-19. “Masyarakat yang sudah banyak divaksin akan meningkat kegiatan mereka dan akan mulai menggeliatkan aktivitas ekonomi,” terangnya.

Dengan adanya vaksinasi akankah pariwisata Bali segera dibuka untuk pasar wisatawan mancanegara? Trisno menilai, kendati vaksinasi sebagai game changer tentu perlu secara bertahap dengan menyasar wisdom terlebih dahulu. “Sasar wisdom dulu ke Bali pas liburan bulan Juni 2021 mendatang. Kunjungan wisdom ini diharapkan akan mulai menggeliat aktivitas ekonomi,” paparnya.

Sebelumnya Trisno juga menyampaikan, solusi saat ini mengarah ke wisdom. Mendatangkan wisdom tentu dengan terlaksananya vaksinasi. Ia pun menyebutkan, dengan melihat data wisdom yang outbond kurang lebih bisa 11 juta orang berdasarkan historis 10 terakhir dan spending tinggi yakni 11 miliar sampai 12 miliar dolar AS. Sementara di Bali kisaran 9,3 juta orang.

“Jika dari 11 juta orang itu, 50-60 persen bisa ke Bali maka spending money-nya akan lumayan dibandingkan mengarah ke wisman yang masih proses. Ini pula melatari Jawa dan Bali divaksin pertama, harapan bisa membangkitkan Bali,” ucapnya.

Mendukung pertumbuhan wisaatwan domestik tersebut, pihaknya pun mengusulkan agar ada meeting-meeting work from Bali. Apalagi bila didukung juga dari Kementerian di Jakarta termasuk top-top BUMN bisa ke Bali maka akan lumayan menumbuhkan dunia usaha tidak hanya hotel namun juga souvenir dan UMKM. *dik

BAGIKAN