Vaksinasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang menyasar semua lapisan dan sektor yang saat ini diyakini menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat untuk beraktivitas.

DORONG EKONOMI - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 diyakini menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan II/ 2021.

Denpasar (bisnisbali.com) – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang menyasar semua lapisan dan sektor yang saat ini diyakini menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat untuk beraktivitas. Rasa percaya diri tersebut mendorong keyakinan jika pertumbuhan ekonomi akan mampu tumbuh pada triwulan II/ 2021. Kendati ekonomi bergerak naik masyarakat diingatkan untuk tetap mengantisipasi adanya penambahan kasus Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Hal itu dikatakan pemerhati ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Prof. Dr. Wayan Ramantha di Denpasar, Senin (17/5). “Peningkatan prokes tetap perlu kita lakukan agar Covid-19 cepat berlalu dan pertumbuhan ekonomi dapat kita pacu,” katanya.

Seberapa besar peningkatan triwulan II/2021? Kata Ramantha, pertumbuhan ekonomi Bali di triwulan II tidak dapat diandalkan terlalu tinggi karena tidak ada gerakan signifikan yang memacunya, seperti realisasi proyek-proyek pemerintah belum kunjung terlaksana.

Sementara pengamat ekonomi praktisi ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bali International Institute of Tourism Management (STIE BIITM) Sahid Bali, Dr. Luh Kadek Budi Martini mengatakan, perekonomian di triwulan II akan lebih baik dari triwulan I/2021. Penyebab agak membaiknya perekonomian di triwulan II/2021 karena adanya rasa percaya masyarakat akibat sudah divaksinasi. “Karena adanya peningkatan rasa percaya, biasanya aktivitas dilakukan secara agak normal. Misalnya para pembeli/konsumen akan lebih berani berbelanja jika pedagangnya sudah divaksinasi,” jelasnya.

Ia menilai jika pandemi menurun, maka ekonomi pasti akan menggeliat. Bali contohnya paling terdampak, akibat hampir 70 persen PDRB-nya merupakan kontribusi sektor jasa pariwiasata (tersier) karena sektor jasa pariwisata paling terdampak akibat pandemi Covid-19, maka wajar Bali paling terpuruk perekonomiannya.

Untuk itu, Budi Martini menekankan, harus ada perubahan mindset masyarakat dan pemerintah Bali. Sumber perekonomian jangan hanya bersandar dari satu sektor saja, melainkan harus berani diversifikasi.

Ia pun melihat ekspektasi pulihnya ekonomi Bali seperti halnya di masa lalu yang mengandalkan pariwisata, akan bisa terwujud jika vaksin sudah digunakan serta telah terbukti ampuh menurunkan jumlah penderita. “Kalau masih banyak yang terpapar, sampai kapan pun pariwisata tidak akan pulih. Begitupula dari sisi perekonomian,” jelasnya.

Oleh karenanya sembari menantikan keefektifan vaksin, penerapan prokes jangan sampai kendor. Prokes harus dijalankan dengan ketat di semua hal dan tempat. Prokes mulai dari diri sendiri dengan mengubah perilaku hidup sehat. Kemudian dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker maupun menjaga jarak di tengah keramaian (3M). Hidup sehat juga dengan berolah raga.

Sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Diskusi Virtual Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Covid-19 Pasca Libur Lebaran menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2021 telah bergerak ke arah positif. Meski kuartal I pertumbuhan ekonomi masih di angka -0,74 persen, namun pada kuartal II diperkirakan dapat bergerak positif menyentuh angka 7 persen.

Perbaikan ekonomi terlihat dari adanya perbaikan PMI (Purchasing Managers Indeks) yang telah mencapai 54,6. Begitupula dengan indeks keyakinan konsumen sudah mendekati angka normal. Dari segi impor dan ekspor juga dinilai mulai pulih serta belanja pemerintah juga berada dalam jalur positif. “Secara spasial juga sudah ada perbaikan pertumbuhan ekonomi di beberapa provinsi,” paparnya. *dik

BAGIKAN