Vaksin Gotong Royong Gratis, Segini Kebutuhan Dalam Setahun

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan tugasnya kini di Kemenkes adalah melakukan vaksinasi terhadap 181,5 juta rakyat Indonesia.

VAKSINASI - Vaksinasi Covid-19 di di Nusa Dua.

Mangupura (bisnisbali.com) – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan tugasnya kini di Kemenkes adalah melakukan vaksinasi terhadap 181,5 juta rakyat Indonesia. Target tersebut membutuhkan 363 juta suntikan dalam setahun.

“Oleh karena itu, jika dalam satu tahun ada 365 hari, hampir ada 1 juta suntikan setiap hari,” katanya pada saat meluncurkan pusat vaksinasi pertama di Bali dengan drive-thru di Nusa Dua secara virtual belum lama ini. Grab Vaccine Center tersebut pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

Budi Gunadi berharap dengan adanya vaksinasi masyarakat Bali sehat dan ekonominya bisa kembali bertumbuh. Baginya, kondisi Bali yang sehat dan bertumbuhnya ekonomi di Pulau Dewata juga akan merangsang kesehatan dan naiknya perekonomian Indonesia.

Lebih lanjut diterangkan, makin cepat pelaksanaan vaksin maka makin cepat perbaikan. Penyuntikan tersebut tidak mungkin bisa diselesaikan sendiri oleh Kemenkes sehingga harus dilakukan bersama-sama dengan berbagai mitra. Oleh karena itu, ia berharap makin banyak mitra yang berpartisipasi, makin besar kemungkinannya bisa mencapai herd immunity untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia. Caranya dengan vaksin mandiri atau gotong royong. Vaksinasi yang dilakukan secara mandiri oleh perusahaan kepada karyawan dan keluarganya itu, menjadi tanggung jawab perusahaan tersebut

Pihaknya pun menjelaskan terdapat empat jenis vaksin Covid-19 saat ini yang sudah tiba di Indonesia yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Novavac. “Kami harapkan mitra melakukan vaksin mandiri dan pada prinsipnya harus gratis. Selain itu mereknya tidak boleh sama supaya tidak terjadi saingan rebutan suplai,” harapnya.

Jadi, dipastikan suplainya adalah tambahan dari sumber-sumber produsen vaksin di seluruh dunia di luar empat yang pemerintah sudah dapat. Jenis vaksin Covid-19 yang nantinya akan digunakan juga harus telah mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization), atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari BPOM sesuai peraturan perundang-perundangan.

Sebelumnya, program vaksinasi drive-thru dihadirkan Kemenkes dengan bermitra bersama Grab dan Good Doctor. “Grab dan Good Doctor menjadi mitra pertama Kementerian Kesehatan untuk melakukan drive-thru. Saya berharap gerakan vaksinasi Indonesia bisa terbangun dengan kemitraan-kemitraan seperti ini,” kata Budi Sadikin.

Sementara itu, Danu Wicaksana, Managing Director Good Doctor Technology Indonesia mengatakan melalui kemitraan publik dan swasta yang kuat, dapat mempercepat program vaksinasi untuk memerangi Covid-19. “Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk membantu mengakhiri pandemi global Covid-19. Setiap masyarakat rentan yang divaksin adalah sebuah harapan untuk menuju saat ketika herd immunity akan membebaskan kita dari Covid-19,” jelasnya.

Pusat vaksinasi akan memiliki jalur pra-registrasi dan layanan drive-thru untuk memudahkan akses. Sejumlah 31 dokter dan perawat akan ditempatkan di area pra-registrasi dan 16 dokter dan perawat akan ditempatkan di area layanan drive-thru. Grab Vaccine Center di Bali diperkirakan mampu memberikan 840 suntikan dalam sehari, dengan total 5.000 vaksinasi dalam seminggu. Tujuan didirikannya pusat vaksinasi pertama ini adalah untuk memvaksinasi 2.500 pekerja di sektor pelayanan transportasi, termasuk pengemudi angkutan umum, mitra pengemudi dan mitra pengantaran Grab dan 2.500 pekerja publik di sektor pariwisata di Pulau Dewata. *dik

BAGIKAN