Vaksin dan Prokes, Kunci Jaga Perekonomian

Menumbuhkan dan menjaga perekonomian tetap stabil merupakan hal penting di tengah krisis akibat pandemi Covid-19.

PROKES – Operasi yustisi penegakan prokes di Denpasar. Di era new normal, disiplin prokes menjadi kunci menjaga perekonomian. (Eka Adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Menumbuhkan dan menjaga perekonomian tetap stabil merupakan hal penting di tengah krisis akibat pandemi Covid-19. Oleh karenanya, keberadaan vaksin Covid-19 patut disambut positif karena akan menumbuhkan kepercayaan bagi semua pihak, termasuk wisatawan mancanegara terkait keseriusan negara mencegah dan menangani penyebaran virus corona.

Ketua Bali Hotels Association (BHA) Ricky Putra mengatakan, selain vaksin, tidak kalah pentingnya dalam menumbuhkan kepercayaan wisatawan adalah penerapan protokol kesehatan (prokes) baik itu 3M, Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dan kini 3T yaitu testing atau pemeriksaan, tracing atau penelusuran, dan treatment atau perawatan guna mempercepat penyembuhan dan penanganan penyakit Covid-19. “Dengan adanya vaksinasi dan disiplin prokes menjadi kunci menjaga perekonomian tersebut,” katanya.

General Manager The Royal Santrian ini menjelaskan, implementasi CHSE sangat penting untuk menunjukkan Bali sebagai destinasi wisata internasional, sungguh-sungguh berkomitmen dan mampu menerapkan prokes ketat. CHSE dapat mewujudkan kesadaran terkait keselamatan dan keamanan wisatawan dalam melakukan kegiatan di tengah pandemi Covid-19. Begitu pula, dengan adanya vaksinasi yang rencananya diberikan kepada masyarakat Indonesia akan memberikan harapan masyarakat sehat, kegiatan usaha tumbuh, dunia usaha bangkit dan perekonomian akan kembali bertumbuh sesuai target-target yang ditetapkan pemerintah.

Hal senada disampaikan pemerhati ekonomi, Kusumayani, M.M. Kata dia, banyak upaya bisa dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan perekonomian. Tetapi, bila tidak dibarengi dengan prokes akan percuma di era new normal.

“Kita hidup saat ini tidak seperti normal sebelum pandemi Covid-19. Kini era adaptasi new normal, hidup berdampingan dengan Covid-19 sehingga prokes menjadi keharusan,” paparnya.

Ditambah dengan adanya vaksin maka saling melengkapi dan bisa menjadi pendukung perbaikan ekonomi. Tetapi perlu diingat, pemulihan ekonomi tidak bisa serta merta terjadi setelah adanya vaksin. Perbaikan ekonomi perlu waktu mengingat Indonesia negara yang luas sehingga memerlukan pendistribusian vaksin di dalam negeri yang tidak cepat. “Selama proses distribusi, prokes mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak pun tetap harus diterapkan,” jelasnya sembari menambahkan, dari sisi ekonomi, makin lama menyelesaikan Covid-19 maka makin kecil peluang menarik investor.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Undiknas University, Dr. Agus Fredy Maradona mengatakan, untuk perekonomian Bali yang mengandalkan industri pariwisata akan sangat ditentukan oleh program vaksinasi. “Karena hal ini menentuakn persepsi masyarakat mengenai risiko ketika berpergian atau berwisata,” ucapnya.

Fredy Maradona menegaskan, ketika program vaksinasi sudah dilaksanakan, diyakini masyarakat tidak lagi menahan diri untuk berwisata. “Prediksi saya perekonomian tahun 2021 akan tumbuh di mana pertumbuhan ekonomi yang positif paling cepat bisa dicapai di kuartal kedua. Namun, sekali lagi, hal ini ditentukan oleh penanganan Covid-19 utamanya adalah program vaksinasi dari pemerintah,” paparnya.

Begitu pula dikatakan ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira. Ia melihat ekonomi pada 2021 diperkirakan akan kembali tumbuh positif di kisaran 2,5 sampai 3 persen. Faktor pendukungnya dari vaksin Covid-19 sudah didistribusikan, kelas menengah atas mulai kembali pede berbelanja, dan mobilitas perlahan normal. “Sektor usaha yang akan tumbuh adalah sektor ekonomi digital, jasa konstruksi, informasi komunikasi, sektor kesehatan dan industri makanan minuman,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho menerangkan, rasa percaya diri bagi masyarakat maupun pelaku usaha akan muncul karena vaksin Covid-19 sudah dites dan diyakini keampuhannya. “Dengan adanya vaksinasi orang atau masyarakat jadi lebih confident mau beraktivitas dan berkegiatan. Termasuk pelaku usaha travel,” katanya.

Trisno menyampaikan, BI Bali memperhitungkan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata pada 2020 berkisar pada -9,2 persen sampai dengan -8,8 persen. Sementara pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Bali akan berkisar pada 4,5 persen sampai dengan 5,5 persen karena beberapa indikator diperkirakan makin membaik. “Selain itu kami juga mempertimbangkan faktor pendorong dan faktor penahan pertumbuhan ekonomi,” katanya. *dik

BAGIKAN