Utamakan Keselamatan, Bali Perketat Penanganan Corona

Corona virus disease (Covid) 19 yang awalnya merebak di Wuhan, Tiongkok membawa dampak besar bagi perekonomian dunia.

Denpasar (bisnisbali.com) –Corona virus disease (Covid) 19 yang awalnya merebak di Wuhan, Tiongkok membawa dampak besar bagi perekonomian dunia. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, usai memimpin rapat tertutup membahas penanganan dampak virus corona di Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali,¬† mengatakan, ekonomi Bali sudah dipastikan turun akibat wabah virus corona yang sudah menyebar ke 33 negara tersebut.

Terlebih, sampai kapan wabah yang mematikan ini akan berakhir tidak dapat diprediksi. Untuk itu, Pemprov Bali mengupayakan perekonomian Bali yang utamanya ditopang sektor pariwisata tidak jatuh terlalu dalam. Namun, dengan tetap menjaga kondisi psikologis dan kesehatan masyarakat. “Kita tidak bisa terlalu mengangkat bagaimana menjaga pariwisata, di sisi lain kita mengabaikan kesehatan masyarakat. Jadi saat ini, konsen kita lebih pada bagaimana mencegah virus corona tidak masuk Bali dan perlahan setelah virus mulai mereda akan mulai dilakukan promosi pariwisata,” ujar pria yang akrab disapa Cok Ace ini .

Dikatakan, Pemprov Bali akan menjaga keseimbangan antara pariwisata dan kesehatan masyarakat. Salah satunya dengan mengubah pola yang dilakukan selama ini. “Awalnya penanganan terkait penanganan virus corona di Bali, dilakukan tertutup tentang kesiapan pemerintah¬†dengan harapan masyarakat tidak panik. Tetapi sekarang suasana sudah berubah, kita harus buka, bagaimana di bandara penanganannya dan sebagainya, kita buka. Dulu masih sembunyi petugas kita masih di belakang layar,” paparnya.

Sebelumnya, hanya ada CCTV yang memantau penanganan dan itu pun tersembunyi proses monitoringnya. Sekarang, upaya deteksi akan ditunjukkan dari bandara hingga kesiapan penanganan di rumah sakit. Misalnya dengan menunjukkan ada petugas medis di bandara dan objek wisata. “Sama halnya ketika ada kasus bom Bali. Sebelum ada bom, wisatawan merasa tidak nyaman bila melihat polisi berjaga. Tetapi setelah bom, ada polisi justru merasa mereka aman,” jelasnya.

Cok Ace menambahkan, beberapa objek di Bali yang ramai dikunjungi wisatawan akan diminta untuk menyiapkan desinfektan dan tempat-tempat untuk mencuci tangan. Pihaknya mengingatkan masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh tetap baik, yakni dengan menjaga kebersihan, makan makanan yang bergizi, dan rajin mencuci tangan. Terutama saat berada di tempat-tempat yang berpotensi menyebabkan penularan seperti hotel, rumah sakit, tempat-tempat umum dan airport. Selain itu masker dan selop tangan, sebaiknya harus tetap dipakai. *pur

BAGIKAN