UMKM Tabanan Didorong Perluas Pangsa Pasar

Sebagai upaya menggeliatkan sektor usaha sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap pandemi Covid-19 apabila terjadi berkepanjangan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mendorong pelaku usaha kecil ini untuk bisa menciptakan market dengan pangsa pasar di luar Tabanan.

BERAS - Beras kategori khusus produksi petani Tabanan yang selama ini disalurkan oleh PDDS Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sebagai upaya menggeliatkan sektor usaha sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap pandemi Covid-19 apabila terjadi berkepanjangan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mendorong pelaku usaha kecil ini untuk bisa menciptakan market dengan pangsa pasar di luar Tabanan. Upaya ini diupayakan dengan menggandeng BUMDes, terlebih mengingat Kabupaten Tabanan dengan 133 desa yang ada hampir 90 persen sudah memiliki BUMDes.

“Tabanan mampu melahirkan entrepreneur muda yang mampu memproduksi produk olahan, tidak hanya produk mentah saja melainkan bisa dikonsumsi baik oleh masyarakat Tabanan maupun masyarakat Bali,” tutur Bupati Eka, Senin (25/1) kemarin.

Sejauh ini, Bupati dua periode ini melihat bahwa kasus Covid-19 tidak hanya berpengaruh terhadap perekonomian baik di Tabanan maupun masyarakat Bali pada umumnya, namun pandemi Covid-19 telah menyebabkan krisis mental di kalangan masyarakat luas. Untuk itu, peran semua pihak sangat diperlukan guna melakukan sinergi dalam memerangi penyebaran Covid-19 yang tidak kunjung kapan akan berakhir.

Bercermin dari hal itu, jelas Eka, masa pandemi ini apabila berkepanjangan akan sangat mengancam tidak saja bagi pelaku UMKM tapi juga ketahanan pangan di Tabanan. Sebab itu perlu adanya inovasi untuk membantu perekonomian masyarakat, salah satunya dengan bersinergi antara UMKM dengan BUMDes maupun dengan Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) untuk melihat dan melisting hal apa saja yang sifatnya bisa secara berkesinambungan agar mereka (UMKM) tetap berproduksi.

Selain itu, saat ini untuk program yang tahun lalu sudah berjalan terkait pemberdayaan UMKM sekaligus ketahanan pangan, tahun ini juga masih tetap ada. Contohnya, program sembako ASN, hingga program Gerbang Pangan Serasi. Artinya, inovasi yang sudah ada selama ini hanya tinggal ditumbuhkembangkan lagi oleh Bupati Tabanan terpilih nantinya.

Salah satunya diupayakan dengan menyasar potensi pasar yang ada di luar Tabanan, seiring dengan potensi alam yang kaya dimiliki Tabanan sebagai penghasil produksi pertanian, baik itu berupa beras, sayur maupun buah. Selain potensi tersebut, tentu harus dibarengi juga dengan perbaikan infrastruktur. “Jika semua itu bisa dijaga dengan baik, maka Saya yakin semua bisa berjalan dengan baik pula,” tandasnya.

Sementara itu, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. yang merupakan Bupati Tabanan terpilih menegaskan, akan tetap melanjutkan program pemerintah yang pernah dilakukan oleh Eka Jaya sebelumnya. Dengan bimbingan dari Bupati Eka, semua program yang telah dicanangkan sebelumnya tetap akan direalisasikan saat dirinya  usai dilantik menjadi Bupati Tabanan nanti demi terciptanya masyarakat yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Salah satu program yang kaitannya juga untuk pemberdayaan UMKM dan ketahanan pangan akan dilanjutkan pada saat kepemimpinannya adalah program beras ASN. Selain itu, pada kepemimpinannya nanti khusus terkait menjaga ketahanan pangan akan menjaga sektor pertanian di Tabanan ini melalui pembangunan yang terintegrasi. Yakni, dari produksi, distribusi hingga pascapanen (pemasaran). “Pembangunan terintegrasi di sektor pertanian ini sekaligus menjawab permasalahan terkait alih fungsi lahan, karena sejumlah petani merasa masih berada pada posisi yang belum menguntungkan,” tandasnya. *man

BAGIKAN