UMKM Mesti Terus Digerakkan

Peningkatan produktivitas dan pasar usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi harapan bagi perekonomian Bali, sebelum pariwisata internasional bisa dibuka kembali.

Prof. Dr. I Wayan Ramantha, SE., M.M. Ak.,

Denpasar (bisnisbali.com) – Peningkatan produktivitas dan pasar usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi harapan bagi perekonomian Bali, sebelum pariwisata internasional bisa dibuka kembali. Pengamat ekonomi, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M. Ak., menyebutkan, ada empat poin yang menjadi alasan harus didorongnya sektor UMKM untuk membantu menghidupkan perekonomian Bali. Hal tersebut diungkapkan Prof. Ramantha, di Denpasar, Selasa (8/12).

Poin pertama, kata dia, menggerakkan UMKM yang dinilai sangat strategis dilakukan saat ini. Sebab, ekonomi Bali jika dilihat dari sisi demografi, akan sangat banyak jumlah pengusaha yang terbantu. Hal itu dikarenakan jumlah pengusaha di Bali kebanyakan adalah UMKM.

Poin kedua, dari sisi tenaga kerja. Dengan menggerakkan sektor UMKM, akan ada banyak tenaga kerja yang terbantu. Dengan demikian, pendapatan masyarakat Bali akan bisa tumbuh. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap perputaran ekonomi.

Alasan ketiga mengapa UMKM sangat berperan penting dalam penyelamatan perekonomian Bali yaitu, peningkatan produktivitas ataupun pasar UMKM Bali. “Ketika pariwisata tidak bisa digerakkan secara maksimal, maka UMKM berkesempatan untuk digerakkan. Hal ini pun mendukung alasan keempat yang orientasi UMKM di Bali lebih kepada sektor pangan,” terangnya.

Pangan menjadi kebutuhan pokok. Dilihat dari sisi permintaan, konsumen akan lebih mencari kebutuhan pokok saat ini. “Kebutuhan tersier seperti pariwisata menjadi urusan kesekian setelah perekonomian pulih. Maka dari itu menggerakkan UMKM menjadi fokus utama saat ini,” ujarnya.

Demikian dia menjelaskan, dalam menggerakkan UMKM yang saat ini sudah berbagai event digelar, baik itu pameran dan sebagainya, Prof Ramantha juga mengatakan, pasar nasional dan internasional juga menjadi harapan untuk meningkatkan penjualan produk. Terutama untuk penjualan produk non-pangan. “Apalagi banyak produk Bali yang berpotensi ekspor. Tahun depan transportasi udara diharapkan sudah kembali normal, sehingga tidak hanya pasar nasional, namun juga ekspor jadi lebih mudah,” ungkapnya.

Penggunaan teknologi digital (marketing digital) juga harus sudah menjadi perhatian oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan pemasaran. Hal ini juga didukung oleh pemerintah baik secara teknologi atau yang lainnya. Kemudian dari akses permodalan, juga diharapkan menjadi perhatian pemerintah terhadap UMKM. *wid 

BAGIKAN