UMKM ”Berubah” Pascacovid-19, Ada Peningkatan Biaya Produksi dan Penjualan

Tidak menutup kemungkinan akan ada begitu banyak perubahan di segala sektor pascacovid-19 (era baru).

Denpasar (bisnisbali.com) –Tidak menutup kemungkinan akan ada begitu banyak perubahan di segala sektor pascacovid-19 (era baru). Termasuk dalam hal aktivitas UMKM yang akan mengalami perubahan karakter sehingga diikuti dengan tambahan biaya baik produksi ataupun penjualan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Sedana Sukawati dalam webinar MarkPlus Government Roundtbale dengan tema “UKM Bali Pascacovid-19”, pada Kamis (2/1). Pria yang akrab disapa Cok. Ace ini mengatakan, pandemi covid-19 telah mengubah karakter baik itu produsen, penjual dan pembeli. Perubahan yang dimaksud yaitu lebih memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

Seperti dalam hal produksi, dengan adanya arahan social distancing tatanan dalam produksi tentu saja akan berubah baik itu dengan metode yang kemungkinan lebih memanfaatkan digital hingga pengelolaan SDM. Tidak dipungkiri bahan baku produksi pun dikatakannya akan perubahan harga yang bisa menjadi lebih tinggi.

Dalam sisi penjualan tahap era baru nantinya, packaging produk dalam penjualan tidak hanya akan mengedepankan keindahan, namun juga higienisme, sehingga memberi rasa aman kepada konsumen. “Termasuk juga dalam hal penyimpanan produk, tempat penjualan, transaksi hingga promosi semua akan lebih mengedepankan kebersihan dan bebas virus,” ujarnya.

Dari sisi pembeli, belanja produk UMKM dikatakannya merupakan pengalaman unik bagi sebagian orang, namun pascapandemi nantinya banyak orang yang akan berusaha mencari informasi mengenai jenis produk yang diminati dan akses untuk memperolehnya.

Cok. Ace mengatakan, perubahan-perubahan ini sudah pasti lebih mengarah pada protokol kesehatan dan akan menimbulkan biasa yang lebih tinggi, terutama dalam produksi dan penjualan. “Untuk itu, pasar yang kapasistasnya begitu ketat dengan persaingan dan ditambah tingginya biaya produksi ataupun penjualan harus disikapi bersama. Khususnya Pemerintah Provinsi Bali dalam hal ini berkomitmen untuk mendukung UMKM,” jelasnya. *wid

BAGIKAN