Di Tengah Pandemi, UMKM Bertumbuh, Perlu Dorongan untuk Bertahan

Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Denpasar (UMKM) mencatat pada tahun 2020  jumlah pertumbuhan UMKM mencapai 200. J

UMKM - Kegiatan salah satu UMKM di Kota Denpasar.

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Denpasar (bisnisbali.com) –Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Denpasar (UMKM) mencatat pada tahun 2020  jumlah pertumbuhan UMKM mencapai 200. Jumlah ini diprediksi mengalami peningkatan pada tahun 2021. Untuk kelangsungan dan kebertahanan UMKM perlu diberikan dorongan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan, saat ini pertumbuhan UMKM di Denpasar cukup signifikan. Namun, pihaknya belum melaporkan grafik pertumbuhan karena baru terlihat pada tahun 2022. Kuliner menjadi jenis usaha yang paling banyak bertumbuh di tengah pandemi Covid-19 saat ini karena menjadi kebutuhan primer masyarakat. “Kalau fashion tidak begitu. Kuliner yang lagi tren dan tumbuh pesat,” ungkapnya, Senin (10/5) kemarin.

Diakuinya, pandemi Covid-19 yang membuat sebagian masyarakat kehilangan pekerjaan menjadi faktor penyebab tumbuhnya UMKM saat ini. Fenomena ini seperti tumbuhnya jamur di musim hujan. Untuk membuat UMKM yang baru tumbuh tersebut bertahan dan berkembang, dibutuhkan dorongan, termasuk dari pemerintah.

Erwin mengatakan, di tengah pandemi ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya, seperti pelatihan dan memberi akses permodalan bagi UMKM. Pelatihan yang diberikan beragam, mulai dari keterampilan hingga pemasaran dan pemanfaatan media digital. Belum lama ini Diskop dan UMKM Denpasar menggelar pelatihan di bidang kuliner bekerja sama dengan pihak yang telah mumpuni di bidangnya.

Di samping itu, pihaknya kerap memberikan pelatihan kegiatan pemasaran di marketplace, pembayaran dengan media digital dan sebagainya memanfaatkan teknologi informasi. Sementara dalam hal permodalan, sering memberikan sosialisasi terkait keberadaan KUR dengan menggandeng perbankan yang menyalurkannya.

Dalam hal permodalan, dukungan Pemerintah Pusat dengan adanya program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) juga memberikan dorongan bagi pelaku UMKM di Kota Denpasar untuk mengembangkan usahanya.  “Permasalahan setelah mereka berkembang biasanya di permodalan. Ini menjadi hal yang sangat penting sehingga kami berupaya memberi peluang untuk akses permodalan,” imbuh Erwin. *wid

BAGIKAN