UMKM Berorientasi Ekspor Perlu Dikembangkan

Potensi kakao dan udang vaname di Bali sangat besar untuk dikembangkan ke depannya karena memiliki kualitas yang baik.

KAKAO - Petugas mengecek biji kakao hasil produksi petani Jembrana.

Denpasar (bisnisbali.com) – Potensi kakao dan udang vaname di Bali sangat besar untuk dikembangkan ke depannya karena memiliki kualitas yang baik. Kedua produk pertanian dan kelautan tersebut berpeluang menjadi komoditi berskala ekspor.

“Karenanya, dalam upaya pengelolaan CAD, salah satu upaya yang dilakukan bank sentral Bali adalah melakukan pengembangan UMKM berorientasi ekspor di sektor pertanian dan kelautan,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho, di Jembrana belum lama ini.

Menurutnya, BI mendukung penuh pengembangan komoditas kakao Bali termasuk sertifikasinya sehingga bisa diekspor. Harapannya, dapat meningkatkan ekonomi petani dan masyarakat. Untuk itu, pengembangan kakao maupun udang vaname perlu ada sinergi dengan semua pihak terkait.

Berkaitan dengan pengembangan komoditas kakao di Jembrana, diakui, KPw BI Bali melakukan pembinaan di sektor hulu dengan menggandeng KTT Merta Abadi sebagai kelompok yang dibina untuk melakukan budi daya kakao dengan menggunakan sistem penanaman dan budi daya secara organik dengan menggunakan microbakter MA 11.

Melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) PKE UMKM, bank sentral memberikan bantuan kepada KTT Merta Abadi berupa tujuh unit infrastruktur sumur bor yang telah dan tengah dibangun, motor roda tiga, cultivator, gerobak dorong, mesin penyemprotan, dan handsprayer. “Untuk menciptakan pembinaan yang utuh dari hulu (budi daya) hingga hilir, kami melakukan pembinaan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusuma Sari yang melakukan pengolahan biji kakao yang tidak lolos kualifikasi untuk diekspor ke luar negeri, sehingga memiliki nilai tambah untuk dijual kepada masyarakat sekaligus sebagai program pemberdayaan perempuan,” paparnya.

Pembinaan tersebut berupa pendampingan dan pemberian bantuan teknis terkait dengan pengelolaan SDM, teknik pembuatan coklat batangan, pasta hingga serbuk minuman coklat dengan bekerja sama dengan Pemkab Jembrana, dan Puslitkoka. Selain hal tersebut, dalam rangka mendukung program digitalisasi UMKM, KWT juga diikutkan pada program onboarding UMKM dengan memperkenalkan  sistem pembayaran nontunai menggunakan QRIS, sistem pemasaran digital pada media sosial dan market place serta mekanisme pencatatan keuangan dengan menggunakan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK).

Begitu pula mendukung pengembangan udang vaname, kata Trisno, BI Bali memberikan bantuan PSBI berupa rumah pakan, plastik terpal untuk kolam, pompa air dan kincir air untuk digunakan pada kolam budidaya udang. “Termasuk lakukan pendampingan budi daya udang vaname dengan memberikan bantuan teknis budidaya udang yang bekerjasama dengan Balai Prorduksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIU2) Kementerian Keluatan Republik Indonesia, dan sekolah lapang cuaca oleh BMKG Wilayah III,” ucapnya.

Ditambahkannya, usaha pengembangan komoditas kakao dan udang vaname ini dapat berjalan dengan baik dengan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak. BI terus mendukung upaya pemerintah dalam mendorong kakao Jembrana tetap menjadi salah satu komoditas ekspor primadona Bali, sehingga tidak hanya mengharumkan nama Jembrana secara internasional, namun juga memberikan manfaat ekonomi bagi para petani dan masyarakat.*dik

BAGIKAN