Uji Coba Trayek  Bus di Ubud

Banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi salah satu indikator penambah tingkat kemacetan lalu lintas di kawasan Ubud.

UJI COBA - Uji coba trayek Bus Trans Metro Dewata sebagai layanan transportasi publik berbasis aplikasi.

Gianyar (bisnisbali.com) – Banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi menjadi salah satu indikator penambah tingkat kemacetan lalu lintas di kawasan Ubud. Layanan transportasi publik berbasis seperti Teman Bus diharapkan bisa mengurangi pemanfaatan kendaraan pribadi. Hal ini disampaikan Kadishub Gianyar I Wayan Suamba, Rabu (23/12) kemarin.

Untuk mendukung moda transportasi darat, Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar bersama Dinas Perhubungan Kota Denpasar melakukan uji coba trayek Bus Trans Metro Dewata, Senin (21/12) lalu. Layanan transportasi publik berbasis aplikasi ini dinamakan TEMAN Bus yang merupakan akronim dari Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal dan Nyaman Bus.

Menurut Suamba, TEMAN Bus akan mulai beroperasi untuk umum pada 27 Desember mendatang.  Pihaknya sudah lakukan uji coba trayek untuk koridor 4, Ubung-Ubud . Selama ini Ubud sering macet saat pariwisata normal. Diberikannya angkutan bus masuk Ubud bertujuan mengurangi jumlah penggunaan mobil pribadi sehingga mampu menekan kemacetan.

‘’Layanan TEMAN Bus akan terus dievaluasi ke depannya. Tujuan pengoperasiannya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan masyarakat mau memanfaatkan fasilitas umum seperti Teman Bus,” jelasnya.

Kadishub Kota Denpasar Ketut Sriawan menambahkan, selama masa uji coba, biaya penumpang bus digratiskan. Ke depannya, pembayaran TEMAN Bus akan dilakukan menggunakan e-money. TEMAN Bus memiliki 29 armada yang siap beroperasi serta tiga armada cadangan yang akan digunakan saat armada lainnya diperbaiki.  “TEMAN Bus memiliki 16 titik pemberhentian dari Ubung menuju Ubud dan 16 pemberhentian dari Ubud menuju Ubung. Jadi, ada 32 titik pemberhentian,” pungkas Sriawan. *kup

BAGIKAN