SKIMMING- ATM yang berlokasi di Sanggulan, Tabanan yang diduga menjadi sasaran skimming.

Tabanan (bisnisbali.com) – Dugaan kasus pembobolan rekening nasabah  di salah satu Bank BUMN kembali terjadi. Kali ini, pembobolan terjadi di Kabupaten Tabanan milik nasabah bernama Ni Wayan Sulastri. Sulastri, Jumat ( 10/4) menceritakan awalnya melakukan transfer dana yang dilakukan di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang berlokasi di kawasan Sanggulan pada, Kamis (9/4). Setelah melakukan transaksi, ia ingin melakukan penarikan tunai di mesin ATM yang sama, namun sayang transaksi penarikan dana tersebut tidak bisa dilakukan dan akhirnya dilakukan pengecekan jumlah saldo tabungan.

“Saat cek jumlah saldo tabungan, saya kaget ternyata sisa saldo yang ada di ATM tidak mencukupi untuk melakukan transaksi penarikan. Padahal, seharusnya saldo yang ada sekitar Rp5 jutaan,” tuturnya.

Akuinya, kaget melihat sisa saldo yang ada tersebut, padahal pihaknya terakhir melakukan transaksi penarikan di ATM pada Minggu (5/4) lalu masih menyisakan dana Rp5 jutaan di rekening tabungan, tapi sekarang dana tersebut hilang. Terkait kejadian tersebut ia sudah melapor ke salah satu kantor kas yang ada di Kediri, Tabanan.

“Pihak bank saat itu menyarankan untuk menuggu karena akan dilakukan pengecekan lebih lanjut, dan sampai saat ini saya belum mendapat info terkait kejelasan hilangnya dana yang ada di rekening tabungan,” keluhnya.

Hal sama juag dialami oleh nasabah lain yang tidak mau disebutkan namanya dan mengaku telah kehilangan dana hingga ratusan juta pada rekening tabungan. Raibnya dana tabungan tersebut, diketahui setelah ia melakukan penyetoran dana dan ketika dicek di buku tabungan ternyata dana yang harusnya bertambah dari saldo sebelumnya, justru malah berkurang.

“Sebelum setor dana untuk ditabung jumlah saldo adalah Rp181 juta, namun setelah setor jumlah dana yang tercatat di buku tabungan malah hanya Rp66 juta,” ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, akuinya saat itu juga kemudian dilakukan pengecekan oleh pihak CS bank bersangkutan dan ditemukan sejumlah transaksi yang tidak wajar dilakukan pada Rabu (8/4) dan Kamis (9/4).  Katanya, penarikan tidak wajar tersebut ada berupa penarikan dana dan ada berupa transfer sebanyak lebih dari dua kali dengan rata-rata nominal puluhan juta per sekali transaksi, sehingga total ada ratusan juta nominal transaksi yang tidak wajar ditemukan dalam waktu dua hari tersebut.

“Sebelum kejadin tersebut, saya memang sempat melakukan transaksi di ATM yang berlokasi di kawasan Sanggulan yang merupakan ATM terdekat dengan lokasi tempat tinggalnya, dan informasi terakhir yang saya dapat bahwa ATM tersebut terntaya ada dugaan di skimming,” tandasnya.

Terkait kejadian tersebut, akuinya merasa sangat dirugikan, meski nanti mungkin kehilangan dana tersebut akan dikembalikan oleh bank setelah sejumlah proses yang dilakukan. Di sisi lain harapannya, pihak bank harus bisa mencegah atau mengantisipasi kejahatan dugaan tindakan skimming, karena kejadian serupa sudah pernah terjadi di daerah lain sebelumnya dan saat ini kembali lagi terjadi. *man

BAGIKAN