Turun, Harga Gabah di Tabanan

Harga gabah kualitas gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Kabupaten Tabanan mengalami penurunan saat ini.

PANEN -  Seorang petani memanen tanaman padi belum lama ini.  

Tabanan (bisnisbali.com) –Harga gabah kualitas gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Kabupaten Tabanan mengalami penurunan saat ini. Hal itu tercermin dari harga GKP yang sebelumnya berada di level Rp 5.000 per kilogram kini menyentuh Rp 4.700 per kilogram.

“Sejak seminggu terakhir harga gabah kualitas GKP di tingkat petani sudah turun ke angka Rp 4.700 per kilogram,” tutur pelaku usaha penggilingan padi di Tabanan sekaligus Ketua DPD Persatuan Penggilingan Padi (Perpadi) Bali A.A. Made Sukawetan, Kamis (10/12).

Penurunan harga gabah ini juga dibarengi turunnya harga beras kualitas super premium di tingkat usaha penggilingan ke level Rp 9.100 per kilogram. Beras kualitas super premium ini sempat diperdagangkan  di kisaran Rp 93.000 hingga Rp 94.000 per kilogram sebelumnya, bahkan sempat menyentuh Rp 10.000 per kilogram.

Sukawetan menjelaskan,  penurunan harga gabah di tingkat petani ini dipicu oleh membanjirnya pasokan beras dari luar ke Bali.  Diperparah lagi oleh musim hujan yang berdampak pada menurunnya kualitas panen sejumlah petani di Bali. Sebab, gabah yang dihasilkan petani rata-rata memiliki kadar air tinggi, bahkan ada yang mencapai 20 persen lebih sehingga membuat kadar rendemen yang dihasilkan juga menurun daripada biasanya.

 “Saat ini kualitas gabah yang dihasilkan petani lokal menurun, bahkan ada yang rusak karena dampak musim hujan. Kondisi tersebut tidak mampu mengangkat harga gabah di tingkat petani,” jelasnya seraya menyebut sentra produksi gabah di Kabupaten Tabanan yang sekarang melakukan panen di antaranya daerah Sandan, Surabrata dan Penebel dalam jumlah terbatas.

Menurutnya, kualitas gabah di tingkat petani di Tabanan memang menurun. Meski begitu, ia memprediksi petani di kabupaten ini tetap bisa memenuhi kebutuhan pasar pada saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi meningkat akibat naiknya kunjungan wisatawan ke Bali. Asumsinya,  produksi gabah di Bali masih mencukupi. *man

BAGIKAN