TUK Agung Gelar Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin, Minat Tetap Tinggi di Tengah Pandemi

Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung menggelar uji kompetensi tata rias pengantin Bali tingkatan madya pada Minggu (8/11), bertempat di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar.

UJI KOMPETENSI - Pelakasanaan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin yang digelar TUK Agung, Minggu (8/11) kemarin, bertempat di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha.

Denpasar (bisnisbali.com)-Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung menggelar uji kompetensi tata rias pengantin Bali tingkatan madya pada Minggu (8/11), bertempat di Wantilan Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar. Dalam kegiatan tersebut diikuti 25 peserta ujian dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat.

Ketua TUK Agung Dr.Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M., pada sela-sela acara mengatakan, dalam uji kompetensi ini mendatangkan tim penilai dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Tata Rias Pengantin. Adapun kriteria yang dinilai adalah keterampilan, tata rias wajah, tata rias rambut dan hiasan kepala serta busana baik pria ataupun wanita.

Penerapan prokes menjadi hal penting dalam uji kompetensi ini, yang peserta dibatasi maksimal 25 orang, jarak antara peserta diatur, wajib menggunakan masker dan hand sanitizer serta penyelenggaraannya di ruang terbuka. Dengan terbatasnya jumlah peserta, Ketut Agung mengatakan pihaknya menggelar uji komptensi secara bertahap. “Hari ini 25 orang dulu, nanti akan dilanjutkan lagi. Demikian juga kursus yang kami batasi hanya 15-20 orang setiap kelas,” ungkapnya sembari mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 peserta uji kompetensi bisa mencapai ratusan.

Sertifikasi ini menjadi sangat penting dalam kompetensi yang dimiliki penata rias serta mampu meningkatkan branding. “Setelah mengikuti uji kompetensi dan lulus sertifikasi sudah bisa disebut sebagai penata rias dan tarif yang ditawarkan nantinya juga beda, lebih mahal karena keterampilan yang dimilikinya,” ujar Ketut Agung.

Peluang tata rias pengantin Bali makin tinggi dewasa ini. Termasuk di tengah pandemi Covid-19 saat ini yang perekonomian masyarakat lesu, namun permintaan jasa tata rias masih tinggi, terlebih pada hari baik pernikahan yang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, masyarakat masih tetap menginginkan kemewahan dan ini menjadi peluang bagi penata rias saat ini.

Hal ini pun mendorong minat masyarakat yang hobi di bidangnya berlomba untuk mengasah skill yang dimiliki. Demikian dikatakannya, permintaan kursus tata rias kecantikan tidak berkurang malah cenderung meningkat di tengah pandemi Covid-19. *adv

BAGIKAN