Triwulan III, ’’Tracking’’ Perekonomian Bali Alami Perbaikan

Tracking perekonomian Bali di triwulan III tahun 2020 menunjukkan perbaikan, meski masih terbatas.

Denpasar (bisnisbali.com) –Tracking perekonomian Bali di triwulan III tahun 2020 menunjukkan perbaikan, meski masih terbatas. “Hasil survei konsumen di Provinsi Bali menunjukkan perbaikan meski masih dalam kondisi pesimis. Begitu juga dengan perkiraan dunia usaha pada triwulan III tahun 2020 yang membaik meski masih terkontraksi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho.

Ia mengatakan, dengan kondisi pandemi saat ini serta dengan dibukanya wisata bagi wisatawan nusantara secara tidak langsung pertumbuhan ekonomi akan terpengaruh yaitu akan menjadi lebih baik sedikit dari triwulan II.

Sebelumnya, analisis ekonomi KPw BI Bali, M. Setyawan Santoso menyebutkan, pertumbuhan ekonomi global pada triwulan II tahun 2020 menurun sebagai dampak pandemi Covid-19 dan berisiko mengalami penurunan yang lebih besar dari prakiraan awal. Perekonomian nasional juga menunjukkan penurunan dari 2,97 persen (yoy) di triwulan 1 tahun 2020 menjadi -5,32 persen (yoy) di triwulan II tahun 2020.

Kondisi sama pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan II tahun 2020 terkontraksi lebih dalam mencapai -10,98 persen dari triwulan sebelumnya yang terkontraksi -1,14 persen (yoy). Dari sisi harga, inflasi Bali sampai dengan bulan Juli 2020 mencapai 0,40 persen (ytd) lebih rendah dari inflasi nasional 0,98 persen (ytd). Kontraksi perekonomian Bali yang lebih dalam dari kondisi nasional juga berdampak kepada kinerja perbankan.

Perkembangan aset di Bali mengalami kontraksi yakni sebelumnya mampu tumbuh 5,94 persen pada Desember 2019 menjadi -1,69 persen pada Juni 2020. Penurunan aset disebabkan oleh seluruh kelompok bank terutama bank persero. “Menurunnya pendapatan masyarakat Bali juga berdampak terhadap terkontraksinya pertumbuhan DPK yakni dari 6,60 persen di Desember 2019 menjadi -0,76 persen pada Juli 2020,” katanya.

Penurunan terjadi pada giro dan tabungan. Berdasarkan golongan pemilik, penurunan DPK terutama dialami oleh DPK milik korporasi dan pemerintah. Diakui, survai perbankan nasional menunjukkan bahwa pertumbuhan triwulanan kredit baru pada triwulan II tahun 2020 menurun dari periode sebelumnya. Penurunan terbesar ditujukan untuk kredit investasi.

“Namun kebijakan penyaluran kredit pada triwulan III-2020 diprakirakan lebih longgar. Prioritas utama penyaluran kredit di triwulan III adalah untuk kredit modal kerja diikuti dengan kredit investasi dan kredit konsumsi,” paparnya.

Sementara itu, perkembangan kredit di Bali dan nasional menunjukkan perlambatan. Pada Juli 2020 perkembangan kredit Bali dan nasional masing-masing sebesar 2,79 persen dan 1,73 persen menurun dari tahun 2019 sebesar 6,59 persen dan 6,23 persen. Perlambatan pertumbuhan kredit terutama bersumber dari kredit modal kerja dan konsumsi. “Kualitas kredit juga mengalami penurunan ditunjukkan dari meningkatnya NPL baik Bali dan nasional. NPL Bali meningkat dari 2,87 persen di Desember 2019 menjadi 2,93 persen di Juli 2020. NPL yang cukup tinggi ditunjukkan kepada sektor LGA, konstruksi dan industri pengolahanan,” ucapnya.*dik

BAGIKAN