Tren Gadai, Jaminan Emas Mendominasi

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tren gadai masyarakat masih didominasi dengan jaminan emas. Dibandingkan jenis jaminan lainnya, emas yang masuk sampai saat ini kurang lebih mencapai 90 persen.

Denpasar (bisnisbali.com) –Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tren gadai masyarakat masih didominasi dengan jaminan emas. Dibandingkan jenis jaminan lainnya, emas yang masuk sampai saat ini kurang lebih mencapai 90 persen.

“Kondisi saat ini, masyarakat memang banyak yang menggadaikan terutama perhiasan emas dan emas lainnya (logam mulia),” kata Deputi Bisnis Area Denpasar I PT Pegadaian Persero, I Ketut Winata, di Renon, Jumat (13/11).

Kondisi tersebut, diakui Winata, berpengaruh pada kinerja pegadaian. Di Area Denpasar I untuk produk gadai tumbuh 30 persen dari akhir tahun lalu dengan pencapaian target 133 persen. Rata-rata pinjaman masyarakat selama pandemi untuk produk gadai ini berkisar dar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.

Ia pun mengakui, pandemi Covid-19 membawa pengaruh kepada semua sektor ekonomi dan berimbas pada kemampuan finasial masyarakat. Untuk itu, BUMN ini juga membantu melalui kredit ultra mikro (UMi). “Hingga saat ini, kami sudah menyalurkan kredit UMi ke masyarakat sekitar Rp 10,4 miliar kepada 2.102 nasabah,” terangnya.

Tidak hanya itu, pandemi Covid-19 secara tidak langsung mempengaruhi pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karenanya, dengan gadai peduli bunga nol persen diharapkan dapat meringankan beban nasabah. Gadai peduli yang telah dimulai sejak Mei, Bali termasuk paling tinggi jumlah nasabahnya. Persyaratan pun tergolong mudah karena tinggal membawa barang jaminan, KTP dan kartu keluarga. “Kini persyaratan dipermudah sudah boleh 2 orang dalam satu KK dengan bebas bunga 3 bulan,” terangnya.

Selain memberikan kredit nol persen, Winata mengakui, BUMN pelat merah ini juga telah melakukan restrukturisasi kredit untuk merespons kebijakan yang telah dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keringanan kredit ini diberikan kepada nasabah, terutama pelaku usaha yang paling terdampak virus Corona. “Untuk restrukturisasi yang kami lakukan sampai saat ini sudah sampai 1.750 nasabah dengan nominal Rp 48,6 miliar,” paparnya.

Selanjutnya, dalam membantu masyarakat dalam memperoleh solusi keuangan di tengah pandemi yang berdampak pada kondisi perekonomian, pihaknya juga mengusulkan para nasabah pegadaian untuk mendapatkan program Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM). “BPUM tentunya nasabah kami yang memiliki usaha mikro dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi Covid-19,” ucapnya.*dik

BAGIKAN