Transformasi Perkuat Daya Tahan PLN

Secara nasional laba PLN mengalami kenaikan 38,6 persen pada tahun 2020 lalu.

GARDU - Petugas PLN saat menjalankan tugasnya di gardu listrik.

Denpasar (bisnisbali.com) – Secara nasional laba PLN mengalami kenaikan 38,6 persen pada tahun 2020 lalu. Kondisi ini juga terjadi di PLN Unit Induk Distribusi Bali yaitu meningkat hingga 54,3 persen dibandingkan tahun 2019.

PLN Pusat dalam rilisnya dari  Jakarta pada Senin (24/5) malam lalu memaparkan, pada tahun 2020 PLN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp5,9 triliun. Posisi ini naik Rp 1,6 triliun dibandingkan perolehan laba bersih pada 2019 yaitu Rp 4,3 triliun.

Direktur Utama PLN Zulkifli mengatakan, laporan keuangan tahun 2020 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC Indonesia) dengan Opini Tanpa Modifikasian dan dirilis pada 24 Mei 2021.

Dijelaskannya, laba bersih PLN tahun 2020 tersebut dapat bertambah Rp 13,6 triliun apabila tidak mempertimbangkan pencatatan unrealised loss selisih kurs sebesar Rp 7,7 triliun serta tambahan pengakuan pendapatan dari penyambungan pelanggan Rp 5,9 triliun jika pencatatannya dilakukan sama seperti tahun 2019 yang belum menerapkan PSAK 72.

Program Transformasi yang berjalan sejak tahun lalu telah memperkuat daya tahan PLN disituasi pandemi, bahkan dapat membukukan peningkatan laba bersih. Meskipun sebagian besar bisnis tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang juga menyebabkan perekonomian nasional menurun, PLN berhasil membukukan pendapatan usaha Rp 345,4 triliun. Dari jumlah tersebut, pendapatan penjualan tenaga listrik mencapai Rp274,9 triliun, termasuk di dalamnya subsidi stimulus Covid-19 sebesar Rp 13,8 triliun membantu 33 juta pelanggan.

Selain itu, terdapat pendapatan subsidi Rp 48,0 triliun yang menjangkau 37 juta pelanggan dan kompensasi Rp 17,9 triliun untuk 42 juta pelanggan. “Pencapaian ini merupakan hasil Transformasi PLN yang berfokus pada peningkatan pendapatan dan menurunkan biaya pokok penyediaan serta peningkatan layanan. Korporasi beralih dari strategi _supply driven_ ke _demand driven_, inovasi-inovasi menciptakan kebutuhan dari pelanggan baru dan eksisting dan digitalisasi untuk menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Listrik,” tambah Zulkifli.

Sementara itu, dimintai konfirmasinya terkait laba di PLN UID Bali, Manajer Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya mengatakan, laba PLN UID Bali mengalami kenaikan 54,3 persen atau Rp 1,5 triliun. Di tengah pandemi Covid-19, konsumsi listrik di Bali mengalami penurunan.  *wid

BAGIKAN