Transformasi Budaya Kerja Dukung Kinerja BPD Bali

Transformasi budaya kerja mendukung kinerja Bank BPD Bali di tengah pandemi Covid-19.

Denpasar (bisnisbali.com) –Transformasi budaya kerja mendukung kinerja Bank BPD Bali di tengah pandemi Covid-19. Dengan budaya kerja yang baik dipastikan dapat menghasilkan kinerja yang bagus bagi karyawan, pemimpin dan perusahaan.

Hal itu terungkap dalam ceramah motivasi bertajuk “Transformasi Budaya Kerja untuk Mendukung Kinerja Bank BPD Bali di Tengah Pandemi Covid-19 yang diikuti seluruh tim leader di unit kerja Bank BPD Bali, Sabtu (15/8). Hadir pada kesempatan tersebut, pakar komunikasi dan motivator nasional, Dr. Aqua Dwipayana.

Direktur Utama Bank BPD Bali yang diwakilkan Direktur Kepatuhan Bank BPD Bali Wayan Sutela Negara mengatakan, pada era saat ini perlu melakukan perubahan transformasi budaya kerja di internal. Budaya kerja yaitu tindakan yang dilakukan untuk mencapai visi misi bank. “Melalui motivasi yang diberikan ini diharapkan bisa diterapkan oleh tim leader BPD Bali,” katanya.

Menurutnya, kelemahan di perbankan (institusional) itu pada corporate. Tidak dipungkiri perusahaan pada umumnya punya tenaga bagus, namun tidak bisa menjelaskan produk yang miliki. “Alhasil, bagaimana tenaga kerja bisa menjelaskan, sementara dia sendiri tahu, paham kelebihannya,” ujarnya.

Karenanya, ia menilai dengan pelatihan yang kedua, diikuti lebih banyak pemimpin, bisa sebagai virus-virus, menyebarkan kepada staf di bawahnya untuk berperilaku sesuai budaya kerja yang dimiliki yaitu budaya kerja CINTA. Diharapkan jika Rencana Bisnis Bank (RBB) yang disusun bisa dicapai, maka etos kerja dan budaya kerja termasuk juga komunikasi yang dijalankan selama ini berjalan baik. Hal ini menjadi tolok ukur di bidang kinerja dan perilaku.

Sementara itu, Dr. Aqua Dwipayana menekankan pentingnya komunikasi dalam suatu organisasi khususnya perbankan. Alasannya, teman-teman perusahaan adalah mitra, bukan pesaing sehingga jika komunikasi terganggu, maka situasi kantor berjalan tidak kondusif.

Ia pun menyebutkan sebagai bankir juga harus memiliki karakter dan jati diri yang kuat. Karakter dan jati diri yang kuat ditunjukkan dengan mau belajar. Ciri-cirinya rajin membaca, senang berkomunikasi. “Komunikasi yang baik juga ditunjukkan dengan tidak ragu-ragu meminta maaf jika melakukan kesalahan,” ucapnya.

Ia pun menjelaskan komunikasi dengan masyarakat juga harus dijalin. Salah satunya dengan menjalin hubungan baik dan silaturahmi dengan media. Untuk dapat melaksanakan peran tersebut perlu menguasai komunikasi yang baik. Baginya, menguasai komunikasi secara komprehensif, tidak parsial dan komunikasi yang baik dapat menguasai dunia. Hubungan yang baik dibangun dengan proporsional.

Selain komunikasi, Aqua Dwipayana juga mengajak tim leader BPD Bali untuk selalu bersyukur karena tidak ada alasan untuk tidak bersyukur apalagi bekerja di institusi yang kredibel di seluruh dunia. “Ketika kita bilang bekerja di bank, bankir, orang akan segera tahu karena orang yang bekerja di bank identik dengan kecerdasan,” paparnya.

Dari 4 juta penduduk Bali, kata Aqua, yang bekerja di bank 0,0 sekian persen. Jadi yang bekerja di bank adalah orang-orang terbaik. Untuk itu ia menyarankan sebagai karyawan BPD Bali apapun posisinya juga sebagai tenaga pemasar perusahaan sehingga harus militant menggunakan semua produk perusahaannya. Bagi karyawan tidak ada yang tidak bisa dilakukan, semua bisa. Kuncinya, komunikasi dan silaturahim, sehingga budaya kerja dapat berjalan.*dik

BAGIKAN