Aktivitas di Pasar Badung

Denpasar (Bisnis Bali) – Sepinya kunjungan di pasar-pasar tradisional membuat transaksi menurun hingga 70 persen. Tak terkecuali pasar terbesar di Bali yaitu Pasar Badung.

Direktur Perumda Pasar Sewaka Dharma, Kota Denpasar AA Ngurah Yuliartha, saat ditemui Minggu (22/3) kemarin di Pasar Badung, mengatakan, drastisnya penurunan kunjungan yang berimbas pada turunnya transaksi di pasar tradisional disebabkan banyaknya restoran yang tutup serta hotel-hotel  banyak kosong. “Banyaknya restoran yang tutup dan hotel kosong membuat permintaan bahan pangan seperti daging dan lain-lain juga turun,” ungkapnya.

Meski dibarengi dengan hari raya Nyepi, tidak memberi pengaruh signifikan terhadap kunjungan. Disamping itu, adanya isu lockdown serta isu tutupnya pasar tradisional beberapa waktu lalu yang membuat masyarakat sempat melakukan aksi borong bahan pangan di swalayan, juga memberi pengaruh turunnya kunjungan di pasar tradisional.

Yuliartha mengatakan, saat ini hanya ada beberap komoditi saja yang permintaanya naik. Seperti jahe, kunyit dan temulawak. Demikian dikatakannya pasokan di pasaran masih sangat aman. Dan masyarakat diharapkan tidak kahwatir akan kekurangan bahan pangan.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang pedagang buah di Pasar Badung Sang Ayu Anggawati. Permintaan buah jelang Nyepi saat ini sangat jauh menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Menurutnya ada beberapa hal yang membuat permintaan menurun, diantaranya terbatasnya pelaksanaan upacara seperti melasti dan meprani serta tingginya harga buah. *wid

BAGIKAN