Transaksi di Pasar Tradisional Mulai Meningkat

Dibukanya keran wisatawan domestik (wisdom) sedikit memberi pengaruh terhadap transaksi di pasar tradisional khususnya di Denpasar yang sedikit mengalami peningkatan.

PASAR - Seorang pedagang mengambilkan cabai yang dipesan pembeli di Pasar Badung, Denpasar. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Dibukanya keran wisatawan domestik (wisdom) sedikit memberi pengaruh terhadap transaksi di pasar tradisional khususnya di Denpasar yang sedikit mengalami peningkatan. Meski belum signifikan, momen kedatangan wisatawan domestik ini menjadi harapan bagi para pedagang.

Dirut Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar Ida Bagus Kompyang Wiranata saat ditemui, Rabu (30/12) mengatakan, akhir-akhir ini ada peningkatan transaksi di pasar tradisional. Hal ini dipengaruhi mulai ramainya kegiatan masyarakat terlebih kunjungan wisdom yang mulai berdatangan.

Dikatakannya, peningkatan yang terjadi tidaklah signifikan. Transaksi baru terjadi sekitar 50 persen dari kondisi normal (sebelum pandemi Covid-19). Sementara, jika dari sisi kunjungan ke pasar tradisional, kata Gus Kowi, panggilan akrabnya, sudah sekitar 70 persen. “Ini dikarenakan daya beli masyarakat masih lesu. Kunjungan meningkat, tapi daya beli belum begitu,” ujarnya.

Transaksi pedagang di pasar tradisional sempat turun hingga 70 persen dan saat ini mulai berangsur ada peningkatan.  Disinggung soal penerapan protokol kesehatan (prokes), Gus Kowi mengaku masih tetap konsisten dengan yang sudah diterapkan sebelumnya. Seperti pengawasan penerapan prokes baik pada pengunjung ataupun pedagang, penyediaan fasilitas prokes seperti tempat cuci tangan, bilik sanitizer serta penyemprotan disinfektan secara berkala. Yang terpenting menjalankan 3M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker tetap dipantau pelaksanaanya.

“Saat ini klaster pasar sudah berkurang. Semoga upaya yang kita lakukan ini memang membuahkan hasil,” ungkapnya. Sementara itu, untuk pemberlakuan jam operasional, sudah kembali seperti sebelumnya. “Hanya saja pada malam pergantian tahun ini pasar tradisional ditutup lebih awal untuk menghindari terjadinya keramaian atau kerumunan,” imbuhnya.  *wid

BAGIKAN