Transaksi di ATM Naik Signifikan

Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada 14 April mendatang, transaksi perbankan mulai mengalami lonjakan dibandingkan dengan biasanya.

ATM - Transaksi tarik tunai di ATM meningkat jelang Galungan.

Tabanan (bisnisbali.com) – Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan yang jatuh pada 14 April mendatang, transaksi perbankan mulai mengalami lonjakan dibandingkan dengan biasanya. Lonjakan transaksi khususnya terjadi di anjungan tunai mandiri (ATM) dalam bentuk penarikan dana tunai oleh nasabah untuk kebutuhan hari raya.

Wakil Kepala Cabang Operasional Bank BPD Bali Cabang Tabanan, I Gede Made Rusdiana Pande, Kamis (8/4) mengungkapkan, jelang momen Galungan dan Kuningan, intensitas transaksi perbankan mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut terjadi untuk jenis transaksi penarikan dana di mesin ATM yang tersebar di sejumlah titik di Kabupaten Tabanan. Sedangkan untuk transaksi langsung atau di teller bank masih berlangsung normal.

Menyikapi lonjakan transaksi tersebut, pihaknya sudah melakukan penambahan likuiditas guna menjamin ketersediaan sekaligus layanan ke nasabah menjelang hari raya, termasuk saat liburnya layanan langsung perbankan pada hari H (saat Galungan) nanti. Penambahan likuiditas ini khususnya dilakukan untuk pengisian dana di masing-masing ATM yang ada.

“Hari raya Galungan nanti untuk layanan langsung akan libur satu hari, sedangkan keesokan harinya operasional bank kembali normal seperti biasa. Terkait itu, tentunya nasabah hanya bisa melakukan transaksi di ATM maupun m-banking,” tuturnya.

Menurut Rusdiana Pande, peningkatan transaksi di ATM jelang Galungan ini tercermin dari jika  biasanya masing-masing mesin ATM Bank BPD Bali di Tabanan diisi seminggu sekali dengan nominal rata-rata mencapai Rp 500 juta. Mendekati Galungan dan Kuningan ini intensitas pengisian dana di ATM ini bisa mencapai dua kali dalam seminggu.

Peningkatan transaksi sekaligus pengisian dana di ATM ini sudah terjadi sejak 5 April dan upaya tersebut terus akan dilakukan menyesuaikan dengan intensitas penarikan dana oleh para nasabah. “Ada petugas yang stand-by melakukan pengisian. Nanti jika 20 persen dari dana yang diisi sebelumnya sudah habis, maka petugas ini yang bergerak cepat untuk melakukan pengisian kembali,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu nasabah Bank BPD Bali, Desak Ayu berharap, layanan transaksi perbankan ini agar terus ditingkatkan. Sebab sebagai nasabah, ia sering kali dihadapkan pada permasalahan tidak bisa memanfaatkan layanan khususnya untuk setor tunai di ATM yang mengalami kendala karena mesin rusak dan itu terjadi lebih dari satu hari. Harapannya, pihak bank bisa menyikapi dengan cepat agar fasilitas layanan tersebut bisa kembali normal atau memperbanyak mesin setor tunai sehingga nasabah ada pilihan lain.

“Saya cukup sering menggunakan layanan setor tunai di ATM karena tidak perlu antre lama. Namun sering juga harus kecewa karena mesin tidak bisa digunakan,” keluhnya.

Terkait keluhan tersebut, Rusdiana Pande mengimbau, sementara waktu untuk mesin setor di ATM yang ada di depan Kantor Cabang BPD Tabanan masih rusak dan masih posisi menunggu teknisi dari Denpasar untuk melakukan perbaikan. Ia juga meminta nasabah agar untuk sementara waktu menggunakan layanan langsung di teller.*man

BAGIKAN