Trans Metro Dewata Beroperasi, Masyarakat Mulai Manfaatkan Tarif Gratis

Trans Metro Dewata yang menjadi transportasi umum terkini masyarakat Bali mulai beroperasi sejak Selasa (8/9) kemarin.

BUS - Seorang penumpang tengah naik ke dalam bus Trans Metro Dewata di Koridor GOR Ngurah Rai.

Denpasar (bisnisbali.com) –Trans Metro Dewata yang menjadi transportasi umum terkini masyarakat Bali mulai beroperasi sejak Selasa (8/9) kemarin. Beberapa penumpang mulai memanfaatkan keberadaan angkutan darat ini dengan tarif yang masih digratiskan hingga Desember nanti.

Saat dilakukan pemantauan di salah satu koridor di Denpasar yaitu GOR Ngurah Rai, nampak 1-2 orang penumpang terburu-buru masuk ke dalam bus untuk pergi ke tempat tujuan. Salah seorang sopir Trans Metro Dewata, Darwin mengatakan, pagi itu sudah 3 kali melakukan perjalanan dari GOR Ngurah Rai menuju Bandara Ngurah Rai. “Dari tadi sudah 3 kali, sekarang akan mulai berangkat lagi,” ungkapnya.

Darwin menjelaskan, ada atau tidaknya penumpang, Trans Metro Dewata tersebut tetap melakukan perjalanan yang jarak waktu keberangkatan antara satu bus dengan bus lainnya sekitar 6 menit.  “Jadi, kalau penumpang mau menunggu di halte, kurang lebih setiap 6 menit itu bus akan lewat,” ujarnya.

Dalam perjalanan dari GOR Ngurah Rai menuju Bandara Ngurah Rai, ada beberapa halte yang dilewati. Selain koridor GOR Ngurah Rai- Bandara Ngurah Rai, Trans Metro Bali juga berada di 3 koridor lainnya yaitu Terminal Pesiapan (Tabanan) – Central Parkir (Kuta) dengan 40 halte, Pantai Matahari terbit (Denpasar) – Dalung Permai (Badung) dengan 24 halte, serta Terminal Ubung (Denpasar) – Sentral Parkir Monkey Forest (Gianyar) dengan 32 halte.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta mengatakan, dengan keberadaan Trans Metro Dewata ini Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota bergotong-royong dalam memastikan kesiapan halte serta mengajak masyarakat untuk beralih ke angkutan umum. Untuk biaya operasional sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat serta operasional kendaraan dilakukan oleh PT Satria Trans Jaya selaku pemenang lelang.

Disinggung terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid-19, pihaknya mengaku akan melakukan audit secara bertahap. “Saat ini perusahaan yang bersangkutan tentunya telah memberikan arahan terkait prokes terhadap operasional bus. Namun juga akan lakukan audit terkait hal itu,” terangnya. *wid

BAGIKAN