’’Tracing’’ Dilakukan Secara Masif, Kasus Baru Covid-19 Meningkat

Angka kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar belum menunjukan tren penuranan.

 I Dewa Gede Rai.

Denpasar (bisnisbali.com) –Angka kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar belum menunjukan tren penuranan.  Hal itu karena tracing yang secara masif dilakukan, sehingga menemukan kasus dan menambah angka kasus komulatif.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai,  mengatakan,  peningkatan angka kasus ini tidak bisa secara langsung ditarik kesimpulan bahwa Covid-19 tidak terkendali. Melainkan diperlukan perbandingan antara penambahan kasus dengan jumlah tes spesimen yang masif dilaksanakan. Demikian juga dikatakannya, masyarakat diharapkan tidak langsung panik melihat peningkatan kasus positif Covid-19.  “Kami tidak ingin mengendapkan kasus. Semua di-tracing yang dilanjutkan dengan  tes masif, terhadap orang yang pernah kontak erat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19,” kata Dewa Rai.

Lebih lanjut dijelaskan,  masyarakat diminta jangan cepat menyimpulkan peningkatan pasien positif corona. Meski angkanya terus naik, bukan berarti kondisinya semakin tidak terkendali. Dikatakannya, kenaikan kasus positif Covid-19 sebanding dengan peningkatan jumlah tes swab yang dilakukan secara masif dan massal.

“Kasus positif bertambah tinggi karena memang jumlah pemeriksaan  juga bertambah tinggi. Hasil tracing dilakukan secara agresif dan itu yang menjadi fokus GTPP Covid-19 Kota Denpasar saat ini.  Yaitu menemukan kasus, sehingga penanganan dan upaya pencegahan dapat dimaksimalkan. Sampai saat ini spesimen yang sudah diuji swab yang berbasis PCR sebanyak 5.433 orang,” jelasnya.

Selain itu, akses mendapat tes semakin luas. Dulu, pemeriksaan hanya melalui rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang direkomendasikan oleh pemerintah. Namun sekarang pihak swasta, komunitas dan berbagai sektor juga sudah banyak melaksanakan tes mandiri.

“Sekarang, tim surveilence  terus turun ke lapangan. Kita melaksanakan tes dengan menyasar orang-orang tanpa gejala di wilayah dengan risiko tinggi. Itulah yang menyebabkan kita mendapatkan gambaran penyebaran Covid-19 di masyarakat ini seperti apa. Jadi, jangan sampai panik berlebihan. Namun tetap waspada dan disiplin ikuti selalu protokol kesehatan dengan disiplin yang ketat,” harap Dewa Rai.

Untuk diketahui, secara komulatif kasus Covid-19 di Kota Denpasar hingga Sabtu (18/7) sebanyak 1.026 kasus positif. Rincianya 675 orang sembuh, 12 orang meninggal dunia, dan 339 orang masih dalam perawatan. *wid

BAGIKAN