Badung dan Pemrov jadi Pemegang Saham Terbesar Bank BPD Bali

Modal setor pemerindah daerah dan pemerintah provinsi di Bank BPD Bali hingga 31 Desember 2019 mencapai Rp1,8 triliun.

Denpasar (bisnisbali.com) –Modal setor pemerindah daerah dan pemerintah provinsi di Bank BPD Bali hingga 31 Desember 2019 mencapai Rp1,8 triliun. Kabupaten Badung dan Pemprov Bali merupakan pemegang saham terbesar bank milik krama Bali ini.

Dirut Bank BPD Bali Nyoman Sudharma diwakili Humas dan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BPD Bali, AA Made Agung di Renon, Senin (20/1) kemarin mengatakan, sepanjang 2019 ada penambahan modal dari pemerintah kabupaten/kota dan provinsi. Penambahan modal diharapkan mendorong peningkatan kinerja bisnis dan dividen pemegang saham.

”Jumlah modal yang telah disahamkan hingga akhir Desember 2019 mencapai Rp1.822.300.000.000,” katanya.

Pemegang saham terbesar BPD Bali adalah Pemerintah Kabupaten Badung yang presentasenya mencapai 43,93 persen atau nilainya mencapai Rp800.617.000.000.

Sementara, persentase kepemilikan saham Pemerintah Provinsi Bali lebih kecil atau berada di urutan kedua yakni 33,75 persen atau Rp614.912.000.000. Selanjutnya disusul Pemkot Denpasar 9,57 persen atau Rp174.476.000.000. Posisi keempat Pemkab Buleleng Rp52.243.000.000 atau 2,87 persen. Kelima Pemkab Karangasem Rp39.550.000.000 atau 2,17 persen.

Kepemilikan saham keenam ada Pemkab Jembrana Rp37.092.000.000 atau 2,04 persen. Ketujuh dipegang Pemkab Klungkung mencapai 1,72 persen atau setara Rp31.423.000.000. Selanjutnya ada Pemkab Tabanan Rp30.806.000.000 atau 1,69 persen, Pemkab Gianyar Rp27.604.000.000 atau 1,51 persen dan terakhir Pemkab Bangli Rp13.577.000.000 atau 0,75 persen.

“Bila dibandingkan jumlah modal yang telah disahkan sampai November 2019 yang mencapai Rp1.797.742.000.000, hingga akhir Desember 2019 ada peningkatan modal mencapai Rp24.558.000.000,” ujarnya.

Adapun pada Desember 2019 lalu, beberapa pemerintah kabupaten juga telah meningkatkan kepemilikan saham di BPD Bali lewat penambahan modal.

Peningkatan modal yang disahamkan tersebut dari Pemkot Denpasar Rp17.000.000.000, Pemkab Buleleng Rp5.558.000.000 dan Pemkab Gianyar Rp2.000.000.000.

Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Badung yang cukup tinggi lantaran sektor pariwisata menyebabkan besarnya penyertaan modal yang mampu disetorkan ke BPD Bali. *dik

BAGIKAN