Toko Oleh-oleh Mulai Dikunjungi

Berbagai usaha di sektor pariwisata yang sebelumnya sempat tutup sudah mulai dibuka kembali, salah satunya toko oleh-oleh.

PASAR-Suasana pasar Oleh-oleh yang kini sudah mulai buka sejak wisatawan domestik bisa berkunjung ke Bali.

Mangupura (bisnisbali.com) –Berbagai usaha di sektor pariwisata yang sebelumnya sempat tutup sudah mulai dibuka kembali, salah satunya toko oleh-oleh. Kunjungan pun mulai ada, demikian juga dengan transaksi walaupun masih jauh lebih rendah dibandingkan sebelum covid.

Seperti halnya Krisna Oleh-oleh yang menjadi pasar oleh-oleh terbesar di Bali sudah mulai buka sejak Juni lalu secara bertahap. Manager Krisana Oleh-oleh Sunset Road Ayu Saraswati, saat ditemui Selasa (25/8) kemarin, mengatakan, sebelumnya dari Maret 2020, 30 outlet Krisna Oleh-oleh yang tersebar di seluruh Bali sempat ditutup. Namun sejak dimulainya tananan kehidupan era baru pada Juli lalu, beberapa outlet pun mulai dibuka. “Semua outlet yang ada di daerah Denpasar dan Badung sudah buka hingga saat ini, bahkan untuk outlet yang di Denpasar sudah dibuka sejak Juni. Namun beberapa yang ada di Buleleng, Gianyar masih tutup,” ujarnya.

Respons masyarakat serta wisatawan, kata Ayu cukup bagus, meski tidak sebagus sebelum Covid-19. Baik wisatawan lokal ataupun nusantara dikatakannya sudah mulai berkunjung. Termasuk transaksi juga sudah mulai terjadi. “Dari pandangan saya, sudah cukup bagus sih kunjungannya, ada kenaikan 10-15 persen semenjak kembali dibuka,” terangnya.

Namun demikian, dia mengakui untuk karyawan belum bisa dipekerjakan secara penuh. Karyawan masih dipekerjakan secara bertahap. “Seperti yang di Sunset Road, kami punya 350 orang pekerja, belum bisa semua bisa bekerja kembali. Baru sekitar 30 orang di minggu pertama dan 50 orang di minggu kedua,” ujarnya sembari mengatakan Krisna Sunset Road baru dibuka sejak awal Agustus lalu.

Disinggung soal target market, pihaknya mengatakan sekitar 95  persen pada wisatawan domestik, sedangkan sisanya adalah wisatawan mancanegara dan masyarakat lokal. “Kalau target pengunjung kami belum berani muluk-muluk, ya syukur kalau ada 20 mobil per hari, yang penting bisa membiayai operasional. Tapi secara perlahan, kami perkenalkan dulu bahwa kami sudah buka, ayo berwisata ke Bali,” paparnya.

Ayu berharap ke depan Bali berangsur-angsur bangkit kembali, terutama sektor pariwisatanya. Dengan catatan, disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan harus ditegaskan. Di Krisna Oleh-oleh sendiri, kata Ayu telah menjalakan protokol kesehatan sesuai yang disarakan. Seperti wajib masker, mencuci tangan dan pengukuran suhu tubuh bagi pengunjung sebelum memasuki outlet serta penyemprotan disinfektan secara rutin. *wid

BAGIKAN