Tingkatkan PAD, Dewan Desak Dispar Genjot Kunjungan Wisdom

Ketua Komisi II DPRD Tabanan, I Wayan Lara mendesak Dinas Priwisata (Dispar) Kabupaten Tabanan untuk bisa menggenjot angka kunjungan dari wisatawan domestik (wisdom),

Tabanan (bisnisbali.com) –Ketua Komisi II DPRD Tabanan, I Wayan Lara mendesak Dinas Priwisata (Dispar) Kabupaten Tabanan untuk bisa menggenjot angka kunjungan dari wisatawan domestik (wisdom), di tengah upaya peningkatkan target PAD di Kabupaten Tabanan khususnyadari sektor pariwisata.

Betapa tidak, kini wisdom jadi harapan di tengah penurunan kunjungan wisatawan mancanegera (wisman), khususnya dari Tiongkok yang sebelumnya mendominasi sebagai dampak virus corona.

“Terkait hal ini kami akan segera melakukan koordinasi dengan Dispar dan para pelaku pariwisata untuk mencari solusi atau langkah langkah apa yang harus dilakukan untuk bisa meningkatkan tingkat kunjungan wisdom ini,” tutur Lara.

Terangnya, virus corona bagi kunjungan wisatawan ke Tabanan cukup berdampak, mengingat dari laporan yang ia terima banyak tamu wisman yang batal berkunjung ke Bali, sehingga itu akan juga berdampak pada wisatawan yang menurun datang ke objek wisata ada di Tabanan. Di sisi lain imbuhnya, kemunculan virus corona ini tentu tidak bisa diprediksi kapan datangnya dan sampai kapan dampaknya akan berlangsung, sehingga dibutuhkan upaya lain dalam menjaga tingkat kunjungan wisatawan yang datang dalam kaitannya untuk menopang target PAD.

Jelas Lara, guna meningkatkan kunjungan wisdom ini diperlukan inovasi agar mampu menarik perhatian wisatawan lebih banyak lagi. Harapannya, dari inovasi tersebut minimal bisa menutupi penurunan tingkat kunjungan dari wisman khususnya Tiongkok, dengan menaikkan angka kunjungan dari kedatangan wisdom.

Sementara itu, di tempat terpisah Sekretaris Badan Operasional Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, I Wayan Parwata mengungkapkan, mewabahnya virus corona di Tiongkok berpengaruh pada kunjungan wisman khususnya asal Tiongkok ke objek wisata yang menawarkan pemandangan Pura dipinggir Danau Beratan tersebut.

“Bisa dibilang merebaknya virus corona ini telah membuat angka kunjungan wisman dari Tiongkok sepi,” ujarnya.

Paparnya, penurunan terlihat dari jumlah kunjungan rata-rata per hari di Februari 2020 yang menurun hingga 50 persen jika dibandingkan jumlah kunjungan pada Januari 2020. Yakni, jika Januari 2020 rata-rata kunjungan per hari mencapai 2.700 orang, namun pada Februari per tanggal 6 jumlah kunjungan rata-rata hanya 1.700 orang.

“Itu merupakan jumlah secara umum, tapi menunjukkan adanya penurunan, karena memang tiap harinya kunjungan didominasi wisatawan mancanegara termasuk dari Tiongkok rata-rata bisa mencapai 200 sampai 250 orang per hari, sekarang kosong,” keluhnya.*man

BAGIKAN