Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Bahaya Kanker Payudara  

Kanker payudara menjadi salah satu penyakit mematikan yang menakutkan bagi kaum wanita.

SERAHKAN SUMBANGAN -Joe dan Lili beserta perwakilan pelari menyerahkan sumbangan pada Bali Pink Rebbon Fondation.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kanker payudara menjadi salah satu penyakit mematikan yang menakutkan bagi kaum wanita. Meningkatkan kesadaran kaum wanita terhadap kanker, pasangan pelari maraton Angling Riris Tilarsih (lili) dan Joseph James Hanny (joe) menyumbangkan angpao yang diterima dari resepsi pernikahan untuk Yayasan Bali Pink Rebbon yang bergerak di bidang kanker.

Lili menuturkan, keinginan untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit kanker karena setahu saya lalu, ibu mertuanya meninggal akibat kanker. “Backgroundnya  setahun yang lalu saya baru kehilangan ibu mertua akibat penyakit kanker. Jadi kita ingin ini menjadi awareness bagi orang-orang tentang bahaya kanker payudara khususnya. Karena di Indonesia terkait kesadaran tentang bahaya kanker payudara masih sangat rendah,” tutur Lili, Minggu (23/11) di pantai Merta Sari Sanur Denpasar.

Dari resepsi pernikahan dengan cara yang unik tersebut yaitu menggandeng komunitas olah raga untuk acara charity yaitu Wedding Charity Run terkumpul dana Rp23 juta yang disumbangkan kepada Bali Pink Rebbon Fondation. Untuk memberikan pengetahuan tentang metode valiatif dan penanganan kanker khususnya bagi kalangan menengah ke bawah, karena sebagian besar penderita adalah menengah ke bawah sehingga untuk biaya pengobatan biasanya mengalami kesulitan.

“Saya bersama suami ingin membuat memori indah, sekaligus membantu orang lain. Dengan wedding charity run, karena kami berdua adalah pelari maraton,” ungkapnya.

Sementara Ni Ketut Wartiantini Nita bendahara Yayasan Bali Pink Rebbon, mengatakan yayasan kanker payudara Indonesia baru pertama menerima sumbangan dari  resepsi pernikahan. “Ini akan kami teruskan kepada penderita kanker payudara. Selama ini kami bergerak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menyebarkan informasi tentang kanker payudara. Kalau ada penderita kurang mampu kami bantu menguruskan BPJS,” tutur Nita.

Dikatakan yayasan melakukan edukasi tentang kanker payudara dan gratis skrining payudara. “Kami punya mesin sken yang bisa dibawa kemana- mana,” ucapnya.

Dikatakan untuk menggalang dana, setiap tahun pihaknya menggelar kegiatan ‘run and walk’ sekaligus meningkatkan gaya hidup sehat dengan salah satu olahraga yang murah, mudah dan tentunya sehat.

Banyak penderita kanker payudara yang diketahui pada stadium awal, tapi karena mereka tidak mau di operasi atau kemoterapi dan memilih menggunakan herbal dan setelah studium lanjut mereka balik lagi. “Kami hanya bisa membantu suport. Setiap dua minggu sekali ada supot group, jadi kami undang penderita, mereka yang sudah sembuh  dan dokter,” katanya.  Kanker payudara dikatakan bisa disebabkan oleh gaya hidup dan faktor keturunan.*pur

BAGIKAN