Tingkatkan Daya Saing UKM, UIN Gandeng Perusda, BPD dan Jamkrida  

Wujudkan realisasi Pergub 99/2018 tentang pemasaran produk lokal Bali ke hotel,

Denpasar (bisnisbali.com)-Wujudkan realisasi Pergub 99/2018 tentang pemasaran produk lokal Bali ke hotel, restoran dan supermarket, organisasi UKM dan IKM Nusantara (UIN) wilayah Bali mengadakan pendekatan kepada Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali, Jamkrida dan Bank BPD Bali. Sekertaris UIN, Ratna Tanubrata Evans, Selasa (4/2) di Denpasar mengatakan, Perusda, BPD dan Jamkrida siap mendukung semua pelaku UMKM.

“Kita masih menjajagi kemungkinan – kemungkinan lain agar kerja sama antara UIN berjalan  baik dengan BPD dan Jamkrida yang difasilitasi oleh Perusda. Kami sedang mencari skema yang baik dan tepat untuk bisa berjalan, bersinergi dengan ketiga komponen tersebut,” terangnya. Untuk pemasaran dikatakan Perusda akan membantu memberikan market place Kepada UKM, akan membantu suplier menangani pembayaran invoice oleh pihak hotel/restaurant dengan skema yang masih dirancang.

Sementara bank BPD akan membantu pendaannya dan Jamkrida akan membantu penjaminannya. “Jadi Jamkrida 75 persen dapat menjamin usaha kami, jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti gagal bayar dan lainnya,” tukasnya.

Sementara Perusda dikatakan berdiri sebagai penghubung, mencarikan market buat UKM di Bali ini khususnya. “Hal baik yang kami dengar dari BPD sih mereka sangat siap memberikan dana bantuan bagi UKM dalam pengembangan usaha melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) maupun skema komersial, tapi tentu skema komersil bunganya akan lebih tinggi,” ucapnya. Selain itu, penentuan dan seleksi UKM yg dibantu juga akan di survey kelayakan untuk mendapatkan fasilitas bantuan kredit apakah layak atau tidak.

Dikatakan pihak UIN tinggal menyusun rencana kerjasama, karena ini kerja sama untuk jangka panjang bukan untuk sesaat. “Jadi ini harus berkesinambungan, sehingga harus benar-benar dirancang agar bisa berkesinambungan terus,” tandasnya.

UIN Bali saat ini beranggotakan sekitar 70 UKM dan IKM. Namun masih banyak UKM yang berada di luar UIN yang membutuhkan dukungan dan fasilitasi dari tiga lembaga tersebut. “Kami ingin UKM di Bali maju, sehingga kami berupaya untuk merangkul semua UKM tersebut. Karena peran UKM sangat besar dalam menggerakkan perekonomian Bali,” ucapnya.

UKM yang tergabung dalam UIN sangat beragam ada yang bergerak di bidang fashion, handycraf, food and beverage, kosmetik, herbal dan sebagainya. Dari kerjasama dengan tiga komponen tersebut diharapkan dapat meningkatkan mulai dari kualitas produk hingga mampu memenuhi kebutuhan tidak hanya pasar lokal namun juga pasar ekspor. Untuk membawa UKM menembus pasar ekspor dikatakan menjadi tugas kepala bidang kordinator urusan luar negeri Gede  Sucahya.

Saat ini pihak UKM banyak mengalami kendala untuk perputaran modalnya. “Kami harapkan ada perubahan regulasi yang mendukung dan berpihak kepada UKM dan memberikan kemudahan kepada UKM di Bali,” pungkasnya. *pur

BAGIKAN