Tingkatkan Daya Saing, Disperindag Denpasar Gelar Sekolah Pasar Rakyat

Dalam upaya meningkatkan daya saing serta peningkatan kualitas pedagang pasar rakyat dari segi pengelolaan usaha,

SEKOLAH - Pelaksanaan Sekolah Pasar Rakyat yang digelar digelar Disperindag Kota Denpasar, pada Kamis (12/3) kemarin.

Denpasar (bisnisbali.com) –Dalam upaya meningkatkan daya saing serta peningkatan kualitas pedagang pasar rakyat dari segi pengelolaan usaha, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar Sekolah Pasar Rakyat yang menyasar pedagang di pasar tardisional. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (12/3) kemarin dengan mengambil tempat di Ruang Pertemuan Pasar Sudha Mertha, Sidakarya, Denpasar.

Kegiatan diikuti para pedagang dari 4 pasar di Kota Denpasar yaitu pedagang Pasar Sudha Merta, Poh Gading, Padangsambian dan Kertha Boga. Sekolah pasar memberikan pendidikan dan pelatihan kepada para pedagang yang menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Kegiatan yang bertemakan “Strategi Bersaing Pasar Rakyat Ramah, Segar dan Terpercaya” ini dibuka oleh Kepala Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari didampingi Kepala Seksi Perdagangan, Perijinan dan Pendaftaran Perusahaan, AA Ngurah Sedana Etana.

Kepala Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, di sela-sela acara, mengatakan, pelaksanaan sekolah pasar ini bertujuan memberikan edukasi kepada para pedagang dalam melakukan pelayanan terhadap konsumen, menjaga kebersihan pasar serta mengelola usaha dagang. “Dalam kesempatan ini kami berharap para pedagang bisa memanfaatkan sebaik mungkin segala informasi yang diberikan narasumber. Bagaimana nantinya bisa memberikan pelayanan yang ramah kepada masyarakat (konsumen) serta bagaimana caranya bisa menarik konsumen,” ungkapnya.

Hal ini tentunya, lanjut Sri Utari mengatakan, sebagai upaya dalam menarik masyarakat untuk datang ke pasar tradisional sehingga persaingan dengan pasar modern bisa dihadapi serta kelangsungan perekonomian tetap terjaga. Di samping itu, pembinaan kepada para pedagang dalam hal pelayanan dan menjaga kebersihan untuk terciptanya pasar tradisonal yang mampu bersaing juga menjadi aset dalam kurun waktu ke depan agar generasi muda mau berkunjung ke pasar tradisional.

Selain pelatihan terkait pelayanan serta pengelolaan usaha, dalam kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosilisasi penggunaan pembayaran non tunai dengan layanan quick respon code Indonesia standard (QRIS) dari PT Bank BPD Bali. Setelah mengikuti pelatihan ini, para pedagang dari 4 pasar ini akan mengikuti lomba cerdas cermat pedagang dan yel-yel pedagang. *adv

BAGIKAN