Tim Yustisi PPKM Tabanan Gencarkan Sidak

Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Tim Yustisi Kabupaten Tabanan yang merupakan gabungan personel TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan BPBD Tabanan serta dibantu petugas kecamatan, kian gencar melakukan sidak protokol kesehatan di wilayahnya. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran pandemi Covid-19 di masyarakat.

SANKSI – Seorang pelanggar prokes diberikan sanksi hukuman push up.

Tabanan (bisnisbali.com) –Sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Tim Yustisi Kabupaten Tabanan yang merupakan gabungan personel TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan BPBD Tabanan serta dibantu petugas kecamatan, kian gencar melakukan sidak protokol kesehatan di wilayahnya. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran pandemi Covid-19 di masyarakat.

Dalam sehari Tim Yustisi PPKM setidaknya menurunkan 10 regu ke lapangan yang dibagi menjadi dua shift, yakni pagi dan malam. Sesuai data yang ada, sejak penerapan PPKM mulai 11 Januari sampai Jumat (22/1) pagi kemarin, tercatat 122 orang didenda karena tidak menggunakan masker. Masing-masing pelanggar dikenakan denda Rp 100 ribu dengan total mencapai Rp 12,2 juta masuk ke Pemkab Tabanan.

Tim Yustisi tidak serta merta menindak masyarakat yang melanggar. Itu tercermin dari pengenaan sanksi hanya menyasar pelanggar yang benar-benar tidak memakai masker. Hampir ribuan masyarakat yang diberi sanksi teguran lisan dan ratusan orang diberi sanksi teguran fisik, seperti melakukan kegiatan sosial dan push up. Sanksi ini lebih kepada edukasi dan sosialisasi untuk lebih mendisiplinkan masyarakat agar mematuhi prokes yang ditetapkan pemerintah.

Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba beberapa hari lalu menyampaikan, pihaknya dalam melakukan penindakan lebih menitikberatkan kepada pelanggar yang tidak menggunakan atau tidak membawa masker. Pihaknya tidak sertamerta memberi denda, namun lebih ke arah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Warga yang membawa masker namun salah dalam pemakaian, diberikan teguran lisan sampai tindakan fisik, seperti hukuman melakukan kegiatan sosial dan push up. “Banyak yang seperti itu, dan yang kami hukum push up juga banyak. Cuma yang benar-benar kami denda yang tidak pakai masker,” ujarnya.

Pihaknya akan terus melakukan penindakan, bahkan dijadwalkan dua kali dalam sehari. Sebab, diyakininya pelanggaran mungkin akan bertambah terus ke depannya selama penerapan PPKM. Di sisi lain, ia minta kepada seluruh elemen masyarakat Tabanan agar tidak membandingkan kasus di Tabanan dengan daerah lain yang wilayahnya lebih padat, luas dan heterogen.

Sarba menyebutkan, minimnya denda pelanggaran penggunaan masker saat ini di Kabupaten Tabanan dikarenakan seluruh elemen masyarakat Tabanan sudah taat dan sadar menggunakan masker hingga di pedesaan. “Di Tabanan hampir 99 persen masyarakat sudah disiplin. Cuma salah-salah pakai saja, masak itu kami denda. Jadi, yang betul-betul kami denda yakni yang sama sekali tidak membawa atau menggunakan masker,” tegasnya.

Dikatakannya, sidak pelanggaran ini tujuan utamanya bukanlah semata-mata uang denda, tapi lebih kepada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk itu, pihaknya terus berupaya mengingatkan seluruh elemen masyarakat Tabanan agar tidak panik dan selalu menaati anjuran pemerintah untuk selalu disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat, yakni menggunakan masker, mencuci tangan di air mengalir dengan sabun dan menjaga jarak (3M). *man

BAGIKAN