Tiara Dewata Mampu Bertahan meski Omzet Turun

Di tengah pandemi Covid-19, tidak hanya pedagang pasar tradisional yang mengeluhkan transaksi menurun drastis, pengelola pasar modern khususnya swalayan juga merasakan hal yang sama.

Denpasar (bisnisbali.com) Di tengah pandemi Covid-19, tidak hanya pedagang pasar tradisional yang mengeluhkan transaksi menurun drastis, pengelola pasar modern khususnya swalayan juga merasakan hal yang sama. Kondisi ini dikarenakan melemahnya daya beli masyarakat, meski diakui kunjungan di swalayan tidaklah menurun signifikan.

Kondisi ini dialami pula swalayan terkemuka di Kota Denpasar, Tiara Dewata. Manajer Operasional Tiara Dewata R. Novie Setio Utomo saat ditemui, Senin (3/8) kemarin, mengatakan, situasi yang terjadi saat ini adalah situasi global yang tentu saja memberi dampak pula pada sektor usaha yang dikelolanya. Meski demikian, pihaknya mengaku masih tetap mampu bertahan tanpa harus mengurangi atau merumahkan karyawan. “Usaha kami di sini terdiri dari beberapa bidang, seperti fashion, arena bermain, food centre dan supermarket. Supermarket yang paling bisa bertahan saat ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Novie Setio menjelaskan, pangan memang menjadi produk yang tetap dicari di tengah pandemi. Meski demikian, daya beli masyarakat yang rendah membuat transaksi menurun. “Masyarakat berpikir save money dan ini logis, yang kami pun paham dalam situasi seperti ini,” terangnya.

Dikatakannya lebih lanjut, pada dasarnya kunjungan masyarakat ke swalayan masih tetap ada. Namun masyarakat memilih membeli produk skala priyoritas dan menekan jumlah belanjanya. Hal ini yang berpengaruh terhadap omzet swalayan.

Untuk tetap mampu bertahan dan tidak sampai merumahkan karyawan, Novie Setio mengaku melakukan berbagai upaya. Mulai dari internal yaitu menjaga kesehatan karyawan dengan memberikan vitamin dan susu untuk daya tahan tubuh karyawan, hingga upaya eksternal penerapan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah.

“Menjaga kesehatan karyawan itu penting untuk bisa melayani konsumen dengan baik. Saat ini dari konsumen sendiri sudah disiplin menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN