Tiap Kabupaten Perlu Kembangkan Potensi Tanaman Pangan

Dalam upaya menjaga produktivitas kebutuhan pangan, Bali perlu mewujudkan daerah-daerah sentra bahan pangan.

LABU SIAM – Hasil panen labu siam di salah satu perkebunan di Desa Songan, Kintamani, Bangli.

Denpasar (bisnisbali.com) – Dalam upaya menjaga produktivitas kebutuhan pangan, Bali perlu mewujudkan daerah-daerah sentra bahan pangan. Oleh karena itu, imbauan Gubernur Bali agar para Bupati melakukan pengembangan potensi tanaman pangan di daerah masing-masing diharapkan bisa segera terealisasi.

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali, Trisno Nugroho, di Denpasar, Selasa (23/3), mengatakan, pihaknya mendukung imbauan Gubernur Bali Wayan Koster tersebut. Ia sepakat, pengembangan potensi tanaman pangan di masing-masing kabupaten memang sangat diperlukan saat ini. Seperti imbauan Gubernur yaitu Bangli untuk produk sayur-sayuran, beras di Tabanan, Karangasem dengan salak dan araknya, begitu pula kabupetan lainnya.

Sementara terkait cabai yang harga jualnya masih tinggi, Trisno yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali ini mengungkapkan, pasokan cabai mulai terbatas karena menurunnya hasil panen akibat curah hujan yang masih tinggi di awal tahun. Begitu pula ke depan, masih terdapat risiko panen yang kurang baik karena curah hujan.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Provinsi Bali, produksi cabai besar di Bali sebesar 679 ton, dengan produksi berasal dari Kabupaten Bangli. Secara umum, produksi pada Desember turun dibandingkan November 2020. Sementara produksi cabai rawit di Bali sebesar 1.386 ton.

Terkait hal tersebut, upaya yang di lakukan TPID provinsi dan kabupaten/kota di Bali adalah terus mendorong ketersediaan càbai rawit merah yang ditanam di Bali dapat didistribusikan di kota-kota yang memerlukannya, sambil menunggu panen càbai rawit yang akan segera dilakukan.

Disinggung mengenai cold storage atau CAS (control athmosphere storage) yang bisa menyimpan komoditi petani, Trisno memaparkan, untuk produk bawang merah dan cabai, sedang diupayakan Pemkab Badung. “Kami harapkan dalam upaya mendukung lumbung pangan, warga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai. Tetapi tidak dipungkiri saat di musim hujan, tanaman cabai kurang baik tumbuhnya,” katanya. *dik

BAGIKAN