Tetap Tumbuh, Penjualan Tas ’’Branded Second’’

Meski di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada lesunya perekonomian, penjualan tas branded tetap cerah.

TAS - Pemilik toko tas branded, Sandhy Wijaya menunjukkan tas preloved branded yang dijualnya. 

Denpasar (bisnisbali.com) –Meski di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada lesunya perekonomian, penjualan tas branded tetap cerah. Seperti yang diakui oleh beberapa penjual tas branded second di kawasan Kuta dan Denpasar, selama tahun 2020 ini peminat tas second dari brand-brand terkenal seperti Hermes, Louis Vuitton, Dior, Chanel, Gucci dan lain sebagainya tetap tinggi.

Pemilik toko tas branded di Kuta, Shandy Wijaya, Jumat (18/12),mengatakan, bisnis jual beli tas branded second atau yang lebih dikenal dengan istilah preloved selama tahun 2020 mengalami peningkatan. “Meskipun selama tahun 2020 perekonomian di Bali mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, namun bisnis tas branded preloved tetap tumbuh positif,” jelasnya.

Adanya pertumbuhan positif pada bisnis ini, diakui Sandhy, karena produk yang dipasarkan merupakan salah satu jenis produk investasi yang memiliki nilai jual bagus, meskipun tas branded merupakan jenis kebutuhan tersier. Para pelanggan tas preloved tidak saja berasal dari Bali dan kota besar lainnya namun juga dari seluruh wilayah di Indonesia termasuk Papua. “Selain menjual tas preloved, kami juga menerima titip jual tas preloved,” tambahnya.

Terkait bisnis ini, dilanjutkan Sandhy, sudah mulai menjamur sejak empat atau lima tahun lalu. Jangkauan pasar sangat luas, tidak saja di Bali dan Indonesia saja, namun juga sampai ke luar negeri seperti Hongkong, Australia dan beberapa negara lainnya di kawasan Asia dan Australia.

Untuk brand dan type tas yang diminati pasar, Sandhy mengakui hal tersebut tergantung dengan trend yang sedang berkembang di pasaran. “Misalnya untuk saat ini, tipe merek Chanel, seperti clasic Chanel sedang menjadi incaran di kalangan penggemar tas branded,” ungkap lelaki yang mengawali bisnis tas branded-nya sejak tahun 2013 lalu ini.

Disinggung soal harga, Sandhy menyebutkan, harga tas yang dipasarkannya mulai dari Rp 5 juta sampai dengan ratusan juta, tergantung dari merek, jenis dan tahun pembuatannya.

Senada dengan Sandhy, Yulita penjual tas preloved online, juga mengakui hal yang sama. Untuk saat ini bisnis tas preloved branded makin berkembang. “Apalagi dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, bisnis ini semakin berkembang dengan baik,” ungkapnya. *wid

BAGIKAN