Tertahan akibat Covid-19, Pelaku Pariwisata agar Bantu Pemulangan Wisman

Pandemi Covid-19 menyebabkan sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) tertahan di Bali dan tidak bisa kembali ke negaranya.

Ukraina - Proses pemulangan wisatawan Ukraina yang sebelumnya sempat tertahan akibat keterbatasan penerbangan dan imbas pandemi Covid-19.  

Denpasar (bisnisbali.com)-Pandemi Covid-19 menyebabkan sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) tertahan di Bali dan tidak bisa kembali ke negaranya. Terkait hal ini, para pelaku pariwisata memiliki tanggung jawab moral untuk membantu pemulangan mereka. Demikian disampaikan Ketua DPD Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, I Nyoman Astama.

Selaku Kandidat Konsul Kehormatan Ukraina di Bali, Astama mengaku sampai saat ini masih membantu mengkoordinasi repatriasi warga Ukraina yang ada di Bali. Ini termasuk membantu wisman Ukraina  untuk kembali ke negaranya pada 19 Mei lalu.

Ia menjelaskan, pesawat Ukraine International Airlines didatangkan khusus untuk transportasi wisatawan Ukraina. “Pesawat tiba pada Selasa 19 Mei pukul 10.30 wita dan berangkat pada hari yang sama pukul 23.00 wita,” ujarnya.

Astama memaparkan, ada sebanyak 174 warga Ukraina, 3 warga Rusia, 2 warga Moldova dan 1 warga  Kazakhtan yang ikut dalam penerbangan 19 Mei sebelumnya. Mereka tadinya tersebar di semua daerah wisata di Bali seperti Uluwatu, Canggu, Ubud, Lovina, Candidasa, Amed, Sanur, dan lainnya. “Jadi dalam penerbangan Ukraine International Airlines sebelumnya mengangkut  total 180 orang dan 18 orang crew,” ucapnya.

Astama mengakui saat ini masih ada sekitar 170-an warga Ukraina di Bali. Pemulangan mereka masih dibicarakan. Kemungkinan akan diupayakan pesawat charter berikutnya. Jika sudah ada perkembangan kesiapan pesawat charter, hal itu akan disampaikan kepada wisman yang masih berada di Bali.

Lebih lanjut dikatakan, keberhasilan pemulangan wisatawan Ukraina sebelumnya atas kerja sama dan koordinasi yang sangat baik dari pihak manajemen bandara, imigrasi, ground handler, Danlanud, dan pihak otoritas bandara. “Dengan kerja sama ini, pelaksanaan repatriasi warga Ukraina berjalan lancar ,” tambahnya. *kup

BAGIKAN